Bantuan Kemanusiaan

D.Savio Search Engine

Showing posts with label inspirasi Artikel. Show all posts
Showing posts with label inspirasi Artikel. Show all posts

Sunday, April 27, 2014

Langkah 5 Merekrut dan Mengembangkan



Langkah 5 Merekrut dan Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang berbakat. Kualitas dari produk atau jasa yang Anda tawarkan akan sangat ditentukan oleh orang - orang dibalik produk atau jasa tersebut. Begitu pula dengan masa depan bisnis Anda, dengan dijalankan oleh orang - orang yang berbakat, tentunya kelangsungan hidup dan kesuksesan bisnis Anda akan semakin terjamin. 

Salam Sukses,
Ferdynando D.Savio
International NLP Trainer & Coach

Saturday, April 26, 2014

Langkah 4 Beroperasi dengan Efektif


Langkah 4 Beroperasi dengan Efektif. Ketika penjualan Anda sangat tinggi dan kemudian Anda bertanya-tanya kemana uang saya pergi? Saat itu Anda harus memeriksa biaya-biaya Anda. Banyak sekali bisnis yang terpaksa harus tutup walaupun mereka memiliki penjualan yang tinggi. Hal ini dapat terjadi ketika biaya – biaya yang dikeluarkan pun juga tinggi. Oleh karena nya perlu diperhatikan operasi dari bisnis Anda agar biaya yang dikeluarkan tidak diboroskan pada hal yang tidak perlu.

Salam Sukses,
Ferdynando D.Savio
International NLP Trainer & Coach

Friday, April 25, 2014

Langkah 3 Menjual dan Memberikan


Langkah 3 Menjual dan Memberikan kepada Pelanggan dengan Keuntungan dan Kepuasan. Ketika Marketing berbicara tentang mendekatkan Produk atau Jasa Anda kepada pelanggan potensial. Menjual berarti serangkaian teknik untuk memastikan bahwa pelanggan Anda memberikan uangnya sekarang atas produk atau jasa yang Anda berikan. Anda bisa berjualan dengan bertemu tatap muka, Anda bisa juga berjualan lewat Facebook, Website, Skype, ataupun Telepon. Pada dasarnya, prinsipnya tetap sama: Memastikan pelanggan Anda membayar secepatnya.

Akan tetapi, tidak ada gunanya membuat penjualan bila Anda tidak mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah Biaya. Untuk dapat menentukan keuntungan yang Anda terima, Anda harus mengetahui berapa biaya produksi dari produk atau jasa yang Anda jual. Memberikan harga terhadap produk atau jasa Anda bisa jadi hal yang menyulitkan bila Anda tidak mengetahui berapa biaya-biaya yang Anda keluarkan.

Disisi lain, ketika kita menjual produk atau jasa, selayaknya kita menginginkan agar pelanggan kita puas dengan produk atau jasa yang telah dibayarnya. Hal ini akan memberikan rasa loyalitas terhadap produk atau jasa Anda dan tidak tertutup kemungkinan mereka akan melakukan pembelian kembali kepada Anda. Pelanggan Anda akan merasa puas bila nilai yang mereka berikan terhadap produk atau jasa Anda lebih besar daripada uang yang mereka berikan kepada Anda.

Salam Sukses,
Ferdynando D.Savio
International NLP Trainer & Coach

Thursday, April 24, 2014

Langkah 2 Meletakan Produk atau Jasa


Langkah 2 Meletakan Produk atau Jasa Anda dihadapan Pelanggan yang Tepat. Dengan kata lain, marketing produk atau jasa Anda. Marketing berarti memperkenalkan pelanggan potensial terhadap produk atau jasa Anda, sehingga mereka cukup familiar dan pada akhirnya membeli produk atau jasa Anda.

Banyak bisnis yang tidak berkembang dikarenakan produk atau jasa mereka tak diketahui oleh pelanggan potensialnya.  Untuk mengembangkan bisnis Anda menuju kesuksesan, Anda harus menggunakan setiap kesempatan untuk memperkenalkan produk atau jasa Anda kepada pelanggan potensial Anda. 

Sekali lagi, banyak bisnis mengalami kerugian karena salah fokus, mereka mengeluarkan dana untuk beriklan secara membabi buta. Marketing yang baik berarti memastikan bahwa setiap dana yang dikeluarkan ditujukan kepada target calon pelanggan yang tepat. Mereka yang dipastikan akan membeli produk atau jasa Anda, dan mencari tahu media marketing apa yang biasa mereka gunakan, apakah itu Facebook, Majalah, Koran, Radio, ataupun Televisi.

Jumlah customer yang sedikit memang bisa membunuh sebuah bisnis, tetapi dengan menciptakan sebuah produk atau jasa yang bernilai dan memarketingkannya pada target calon pelanggan yang tepat akan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi bisnis Anda untuk sukses.

Salam Sukses,
Ferdynando D.Savio
International NLP Trainer & Coach

Wednesday, April 23, 2014

Langkah 1 Menciptakan Produk atau Jasa


Langkah 1 Menciptakan Produk atau Jasa yang bernilai. Anda akan terkejut dengan betapa banyaknya orang-orang yang hanya mendengarkan kata pertama hingga ke tiga, dan menghiraukan kata yang terakhir dari kalimat ini. Seringkali mereka melupakan bahwa produk atau jasa yang mereka ciptakan harus bernilai dimata orang lain sehingga mereka merasa pantas untuk menukarkan produk atau jasa tersebut dengan uang. Tidak cukup bahwa produk atau jasa tersebut bernilai dimata Anda, tetapi haruslah bernilai dan diinginkan pula oleh orang lain (Pelanggan).

Hal ini bukan berarti Anda harus menciptakan sesuatu yang baru. Bahkan banyak bisnis besar yang bertahan lama hanya menyediakan kebutuhan dasar manusia, seperti industri makanan dan minuman, penginapan, dan sebagainya. Dewasa ini internet telah menciptakan sebuah industri yang baru pula seperti pengembang website, situs perdagangan online, dan sebagainya.

Apapun bisnis Anda, produk atau jasa Anda harus menciptakan nilai bagi pelanggan Anda sehingga mereka lebih memilih Anda dibandingkan pesaing Anda.


Salam Sukses,
Ferdynando D.Savio
International NLP Trainer & Coach

Monday, April 21, 2014

5 Langkah membangun Business

5 Langkah membangun Business

Manusia sudah melakukan bisnis sejak manusia purba menukarkan Gading Gajah dengan Kulit Macan, atau menukarkan ikan dengan kulit kerang yang cantik. Sederhananya membangun bisnis berarti Anda mengembangkan sebuah produk atau jasa yang bernilai bagi orang lain dan mereka menukarkan uang untuk produk atau jasa tersebut.




Langkah 4 Beroperasi dengan Efektif. 


Salam Sukses,
Ferdynando D.Savio
International NLP Trainer & Coach

Tuesday, July 3, 2012

Lukisanku Indah?

Suatu hari, ada seorang pelukis yg terkenal sedang menyelesaikan lukisannya,

Lukisan ini adalah lukisan yg sangat bagus & akan diperlihatkan pada saat pernikahan Putri Diana..

Sang pelukis sangat senang ketika menyelesaikan lukisannya. Ia mengamat-amati lukisannya dengan penuh kekaguman. Terus ia memandangi lukisannya dari berbagai posisi.

Dengan berjalan mundur ia masih mencermati hasil lukisannya.

Dia terus berjalan mundur tanpa menyadari bahwa di belakangnya adalah ujung dari gedung tsb yg tinggi sekali & tinggal satu langkah lagi dia akan mengakhiri hidupnya.

Salah seorang melihat pelukis tsb & hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tsb, tapi tidak jadi karena dia berpikir mungkin ketika mendengar teriakannya, pelukis itu akan kaget & malah jatuh ke belakang..

Kemudian orang tsb mengambil kuas & cat yg ada di depan lukisan, lalu mencoret-coret lukisan tersebut sampai rusak.

Pelukis tersebut sangatlah marah & maju hendak memukul orang tersebut, tapi beberapa orang yang ada di situ menghadang & memperlihatkan posisi pelukis tadi yg nyaris jatuh..

Sobat,

Kadang kita telah melukiskan masa depan dan rencana kita dengan sangat bagus & memimpikan suatu hari yg indah.

Tetapi lukisan itu 'kelihatannya' dirusak oleh TUHAN, karena TUHAN melihat bahaya yg ada pada kita kalau kita melangkah..

Tak jarang kita menjadi marah, jengkel dan kecewa terhadap TUHAN.. 

Tapi perlu kita ketahui,

bahwa di balik semua yang kita alami, Tuhan memiliki rencana dan alasan.

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri…! Biarkan DIA turut menggoreskan kuas rahmatNya di atas kanvas kehidupan kita, sehingga lukisan hidup ini menjadi lebih indah.

God bless you

Salam,
Ferdy D. Savio

Lakukan Pengembangan Diri sebelum Anda Tertinggal!

Tuesday, June 5, 2012

Kebiasaan Yang Baik

Suatu hari rakyat bersorak-sorai menyaksikan kehebatan keahlian memanah seorang panglima yang luar biasa. 100 kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran. 


Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang pemanah hebat! Tetapi, itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih." 


Panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya.


Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tsb. Panglima dan rakyat tercengang. Mereka bersorak-sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati dan hormat, tukang minyak di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, 
"Itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."


Dalam kisah ini kita dapat belajar bahwa betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is a Power!


Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mugkin menjadi mungkin. Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses itu hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti: berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, dan terlebih lagi : keintiman kita dengan Tuhan setiap saat…


Keunggulan terjadi berkat sebuah kebiasaan dan disiplin kegigihan.


Salam,
Ferdy D. Savio


Lakukan Pengembangan Diri sebelum Anda Tertinggal!

Friday, April 13, 2012

PUSH


Shot in the head during a robbery, Michael Jordan Segal defied all odds by first surviving and then returning to college. He then earned two degrees with honors, married his high school sweetheart, Sharon, and became a father to their daughter Shawn.

"How are you feeling?" asked my friendly neurosurgeon Dr. Alex Gol as I lay in my hospital bed in the rehab hospital at 3:30 P.M. after a torturous day in therapy. I could not yet utter a single word after sustaining a severe traumatic brain injury (TBI) at the age of 19. So I nodded as if to say, "OK." Dr. Gol then calmly replied, "That's nice," and quickly left the room with a smile.

As he was leaving I thought to myself, "Dr. Gol...so nice...so calm...so peaceful." I tried to reposition myself in my bed as the door closed behind him in order to get more comfortable, but something was not "right" in the hospital hallway as I heard a great commotion coming from there. (True, I could not yet speak; however, nothing was wrong with my hearing and there was plenty of screaming coming from the hall.) I wondered, "What was the problem?"

I soon found out the cause of the chaos: it was sweet, serene and calm Dr. Gol who was causing it.

As soon as he left my room he erupted: "WHO'S THE NURSE TAKING CARE OF MIKE? WHAT'S HE DOING IN BED SO EARLY? HE'S A 19 YEAR OLD VICTIM OF TBI, NOT A 95 YEAR OLD STROKE VICTIM! GET HIM OUT OF THAT BED, AND I DON'T WANT HIM BACK IN BED UNTIL HE GOES TO SLEEP!"

The nurses had never seen Dr. Gol act like that. In fact, they had never heard him raise his voice. They quickly got me out of bed and put me in my wheelchair until 9 P.M.

I was miserable. I wanted to get back into my comfortable bed - well, it was not so comfortable but it was much less uncomfortable than my wheelchair or any kind of chair, for that matter.

As I said, after therapy was over at 3 P.M. I wanted to get straight back in bed; however, throughout the following weeks and months the nurses did not want to face "the wrath of Dr. Gol." Therefore, after therapy I remained in my wheelchair in my room until I went to sleep. Being in the wheelchair for so long was agonizing!

I hated Dr. Gol after that eventful day when he asked me that seemingly simple question while I was trying to relax in bed. However, years later I loved him as I realized Dr. Gol was only doing what was in my best interest.

When I returned to college after being out for so long, my professors, after learning what had happened to me and realizing that I could no longer read as quickly as before I was hurt, were more than happy to say, "Mike, it's ok. Just read what you can and we'll test you on that material." However, one professor did not say that. Dr. Sheldon Ekland-Olson, a sociology professor, said, "Mike, I understand you have difficulty reading. I've had many students with many visual problems. For those students, I refer them to "Recording for the Blind." They have access to many textbooks on cassettes. Here's the phone number..."
I "hated" that statement as I wanted to take the "easy way out." (My feelings of "hate" were very similar to those I had for Dr. Gol on that eventful afternoon in the hospital.) However, I have since learned that the "easy way" is quite often the "wrong way."

Sometimes everyone needs a "push." Even I, recently, had to be reminded to push myself as I had gotten "lazy" at the gym. However, a "stranger" reminded me to use my right hand. Even though it was difficult, I thanked him for the reminder.
I have learned that the difficult things in life are often the sweet things in life. One cannot experience "beauty" without experiencing "bitterness." Remember, "push" yourself to "get through the thorns of the rose bush, to experience the beautiful flower of the rose."

Every time I think of some difficult thing in life, I close my eyes, see Dr. Gol, and smile.

Michael Segal
Mike is a social worker at Memorial Hermann Hospital in Houston and an author (currently he has two book projects he's working on: an autobiography and an anthology of his short stories). He also is a popular inspirational speaker sharing his recipe for recovery, happiness, and success. Please visit his site at: www.InspirationByMike.com

Terkadang untuk bertumbuh rasanya tidak nyaman, kita harus melakukan pekerjaan extra, harus melakukan hal yang lebih dibandingkan dengan orang yang lain.

Tapi coba Anda dan Saya bayangkan, apa yang akan terjadi kalau kita berleha-leha saja dengan kenyamanan yang ada.

Saya rasa hidup Anda dan Saya pun hanya akan segini-gini saja.
Apa yang terjadi kalau Michael terus tidur di ranjang?
mungkin ia tidak akan lancar bicara lagi?
Apa yang terjadi kalau ia tidak memaksakan dirinya untuk belajar?
Sekarang, apa yang terjadi kalau Anda tidak bekerja extra?
Extra untuk memberikan kualitas pekerjaan yang terbaik?

Semoga bermanfaat
Ferdy D. Savio

Tuesday, February 28, 2012

Married or Not, U Should Read THis

“When I got home that night as my wife served dinner, I held her hand and said, I’ve got something to tell you. She sat down and ate quietly. Again I observed the hurt in her eyes.

Suddenly I didn’t know how to open my mouth. But I had to let her know what I was thinking. I want a divorce. I raised the topic calmly. She didn’t seem to be annoyed by my words, instead she asked me softly, why?

I avoided her question. This made her angry. She threw away the chopsticks and shouted at me, you are not a man! That night, we didn’t talk to each other. She was weeping. I knew she wanted to find out what had happened to our marriage. But I could hardly give her a satisfactory answer; she had lost my heart to Jane. I didn’t love her anymore. I just pitied her!

With a deep sense of guilt, I drafted a divorce agreement which stated that she could own our house, our car, and 30% stake of my company. She glanced at it and then tore it into pieces. The woman who had spent ten years of her life with me had become a stranger. I felt sorry for her wasted time, resources and energy but I could not take back what I had said for I loved Jane so dearly. Finally she cried loudly in front of me, which was what I had expected to see. To me her cry was actually a kind of release. The idea of divorce which had obsessed me for several weeks seemed to be firmer and clearer now.

The next day, I came back home very late and found her writing something at the table. I didn’t have supper but went straight to sleep and fell asleep very fast because I was tired after an eventful day with Jane. When I woke up, she was still there at the table writing. I just did not care so I turned over and was asleep again.

In the morning she presented her divorce conditions: she didn’t want anything from me, but needed a month’s notice before the divorce. She requested that in that one month we both struggle to live as normal a life as possible. Her reasons were simple: our son had his exams in a month’s time and she didn’t want to disrupt him with our broken marriage.

This was agreeable to me. But she had something more, she asked me to recall how I had carried her into out bridal room on our wedding day. She requested that every day for the month’s duration I carry her out of our bedroom to the front door ever morning. I thought she was going crazy. Just to make our last days together bearable I accepted her odd request.

I told Jane about my wife’s divorce conditions. . She laughed loudly and thought it was absurd. No matter what tricks she applies, she has to face the divorce, she said scornfully.

My wife and I hadn’t had any body contact since my divorce intention was explicitly expressed. So when I carried her out on the first day, we both appeared clumsy. Our son clapped behind us, daddy is holding mommy in his arms. His words brought me a sense of pain. From the bedroom to the sitting room, then to the door, I walked over ten meters with her in my arms. She closed her eyes and said softly; don’t tell our son about the divorce. I nodded, feeling somewhat upset. I put her down outside the door. She went to wait for the bus to work. I drove alone to the office.

On the second day, both of us acted much more easily. She leaned on my chest. I could smell the fragrance of her blouse. I realized that I hadn’t looked at this woman carefully for a long time. I realized she was not young any more. There were fine wrinkles on her face, her hair was graying! Our marriage had taken its toll on her. For a minute I wondered what I had done to her.

On the fourth day, when I lifted her up, I felt a sense of intimacy returning. This was the woman who had given ten years of her life to me. On the fifth and sixth day, I realized that our sense of intimacy was growing again. I didn’t tell Jane about this. It became easier to carry her as the month slipped by. Perhaps the everyday workout made me stronger.

She was choosing what to wear one morning. She tried on quite a few dresses but could not find a suitable one. Then she sighed, all my dresses have grown bigger. I suddenly realized that she had grown so thin, that was the reason why I could carry her more easily.

Suddenly it hit me… she had buried so much pain and bitterness in her heart. Subconsciously I reached out and touched her head.

Our son came in at the moment and said, Dad, it’s time to carry mom out. To him, seeing his father carrying his mother out had become an essential part of his life. My wife gestured to our son to come closer and hugged him tightly. I turned my face away because I was afraid I might change my mind at this last minute. I then held her in my arms, walking from the bedroom, through the sitting room, to the hallway. Her hand surrounded my neck softly and naturally. I held her body tightly; it was just like our wedding day.

But her much lighter weight made me sad. On the last day, when I held her in my arms I could hardly move a step. Our son had gone to school. I held her tightly and said, I hadn’t noticed that our life lacked intimacy. I drove to office…. jumped out of the car swiftly without locking the door. I was afraid any delay would make me change my mind…I walked upstairs. Jane opened the door and I said to her, Sorry, Jane, I do not want the divorce anymore.

She looked at me, astonished, and then touched my forehead. Do you have a fever? She said. I moved her hand off my head. Sorry, Jane, I said, I won’t divorce. My marriage life was boring probably because she and I didn’t value the details of our lives, not because we didn’t love each other anymore. Now I realize that since I carried her into my home on our wedding day I am supposed to hold her until death do us apart. Jane seemed to suddenly wake up. She gave me a loud slap and then slammed the door and burst into tears. I walked downstairs and drove away. At the floral shop on the way, I ordered a bouquet of flowers for my wife. The salesgirl asked me what to write on the card. I smiled and wrote, I’ll carry you out every morning until death do us apart.

That evening I arrived home, flowers in my hands, a smile on my face, I run up stairs, only to find my wife in the bed -dead. My wife had been fighting CANCER for months and I was so busy with Jane to even notice. She knew that she would die soon and she wanted to save me from the whatever negative reaction from our son, in case we push through with the divorce.— At least, in the eyes of our son—- I’m a loving husband….

The small details of your lives are what really matter in a relationship. It is not the mansion, the car, property, the money in the bank. These create an environment conducive for happiness but cannot give happiness in themselves.

So find time to be your spouse’s friend and do those little things for each other that build intimacy. Do have a real happy marriage!



Tuesday, February 14, 2012

Okasan, Aishiteru!

Ini adalah kisah nyata Pengorbanan Ibu selama Gempa Jepang.

Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah. Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya.

Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.

Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi. Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, "Anak kecil! Ada anak kecil!"

Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.

Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Ponsel ini berkeliling dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis. "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!



Happy Valentine's Day!!!


Ferdynando D. Savio

Friday, January 13, 2012

Good Leader is...

Good Quote
Bpk Dahlan Iskan
Menteri BUMN & Pengusaha

Copas dr Milis the Manager Ind

"PEMIMPIN"

Menjadi Pemimpin itu dianggap enak karena bisa berkuasa
Tetapi jarang disadari bahwa :

Menjadi PEMIMPIN yang BAIK seBENARnya HARUS pernah memBUKTIkan dirinya pernah menjadi "orang yg dipimpin"
(Baca : anak buah yg baik)

Saya meragukan seseorang yg ketika menjadi anak-buah yg tidak baik. Akan menjadi pemimpin yg baik

Kriteria Anak buah yg baik :
- loyal & tetap kritis
- patuh & bisa berfikir mana baik/buruk
- bisa memberikan way-out kpd atasan
- pribadi problem solver kpd atasannya

Jadi saat menjadi anak-buah, ia harus bisa menjadi anak buah yang baik.

Menjadi problem solver bagi pemimpinnya

Nah.. jika seseorang itu pernah menjadi anak-buah yang baik, & dalam kurun waktu yg cukup, maka kelak ia naik menjadi pemimpin, dia akan bisa menjadi pemimpin yang baik.

Karena dia bisa mengetahui bagaimana rasanya pernak menjadi anak-buah

Dengan demikian dia bisa tahu apa saja yang diperlukan anak buah dan bagaimana perasaan anak buah.

Anak buah yang baik adalah calon pemimpin yang baik

Anak buah yang baik adalah problem solver

Semoga Tahun 2012, kita semua bisa menjadi anak buah dan Pemimpin yang baik

Regards,

Ferdynando D. Savio
http://ferdydsavio.blogspot.com

Jadilah Pribadi yang Lebih karena Indonesia membutuhkan Anda!

Wednesday, January 11, 2012

Bond... James Bond

Belajar Psikologi dari "James Bond"
Siapa yg tidak kenal dengan agen rahasia asal Inggris yg terkenal dengan 007 atau James Bond. Pasti anda pernah menonton film James bond seperti Die Another Day, Quantum of Solace, Casino Royale, dll. Walaupun ini hanyalah film yg pada dasarnya fiksi, tetapi menurut ane, kita masih dapat mengambil beberapa value dari film James Bond.

Cool and calm dalam menghadapi musuh, itulah Bond, James Bond. Ketika dia menghadapi baku tembak dengan teroris, dia tau dia akan menang. Bond dikenal selalu bisa meloloskan diri dari keadaan terjepit dan itu membuatnya ditakuti musuh. Dan karena sikap cool and calm-nya tersebut dia juga gampang mendapatkan cewek-cewek cakep dengan gampang:D
Sebaik apapun strategy atau rencana kita dalam hidup, apabila kita tidak se- "cool and calm" James Bond, maka hidup kita akan banyak mengalami kegagalan (jadi, tetaplah tenang mengahadapinya :p).

Menjaga kestabilan psikologi dalam kehidupan sehari-hari menjadi tes dari waktu ke waktu. Semua orang dituntut untuk bisa tetap tenang dalam menghadapi fluktuasi yang terjadi di kehidupannya.

Stay cool under pressure

Ketika Bond harus meloncat diantara dua gedung tinggi, dia tau dia bisa melakukannya. Tidak ada rasa ragu-ragu didalam keputusannya.

Dalam mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang harus mengesampingkan rasa ragu, serakah dan rasa takut. Orang yang terlibat secara emosional dalam hidup seringkali membuat suatu kesalahan yang fatal dan tidak perlu.

Seringkali kita menjadi tidak disiplin setelah beberapa kali berhasil melakukan sesuatu, ataupun terlalu cepat berganti-ganti strategi atau rencana setelah gagal dalam satu hal. Salah satu kunci penting ialah mampu untuk mengatasi faktor emosi yang terjadi dalam masalah dan tidak terjerumus didalamnya.

Selamat siang dan selamat beraktifitas...

Regards,

Ferdynando D. Savio
http://ferdydsavio.blogspot.com

Jadilah Pribadi yang Lebih karena Indonesia membutuhkan Anda!

Learn and Prepare

(*) Ketika kau merasa τϊđακ dihargai maka saat itu kau sedang belajar tentang 'ΚEΤULUȘAN'.

(*) Ketika usahamu dinilai τϊđακ penting maka saat itu kau sedang belajar tentang 'ΚEIΚНLAȘAИ'.

(*) Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang 'МEМAAFΚAИ'.

(*) Ketika kau harus "lelah & kecewa" maka saat itu kau sedang belajar tentang 'ΚEȘUИGGUНAИ'.

(*) Ketika kau merasa "sepi & șέήđίяї" maka saat itu kau sedang belajar tentang 'ΚEΤAИGGUНAИ'.

(*) Ketika kau harus membayar biaya Ɣªηƍ sebenarnya tidak perlu κªϋ "tanggung" maka saat itu kau sedang belajar tentang 'KEMURAH-HATIAN'.

♥ Tetap semangat, sabar, tersenyum & terus belajar. Karena kau sedang diuji 'KEHIDUPAN'. Engkau berada di tempatmu yang sekarang, βϋκªη karena 'KEBETULAN'.

♥ Orang yg hebat τϊđακ díhasilkan melalui kemudahan, kesenangan & ketenangan. Mereka dí bentuk melalui keSUKARan, TanTanGan dαπ AirMata.

♥ Ketika engkau mengalami sesuatu yg sangat berat ϑαņ merasa dítinggalkan sendiri dlm hidup ini "Angkatlah Tangan ϑαņ Kepalamu ke atas, tataplah Masa Depanmu.."
Ketahuilah Engkau sedang dipersiapkan untuk menjαϑî "Orang yg Luar Biasa...." (y)

Regards,

Ferdynando D. Savio
http://ferdydsavio.blogspot.com

Jadilah Pribadi yang Lebih karena Indonesia membutuhkan Anda!

Thursday, January 5, 2012

Mario Tegak Motivation

Motivasi 2012, bersama mario tegak.

1. Jangan suka Ngeles karna ngeles itu lebih susah daripada kursus..

2. Persahabatan itu indah. Kamu tertawa, aku tertawa. Kamu menangis, aku menangis. Jika kamu terjatuh, aku tertawa sampai nangis..

3. Lebih baik kamu NEGATIVE thinking daripada kamu POSITIVE hamil..

4. Seorang wanita yg cerdas tahu bagaimana cara mencintai. Namun wanita yg lebih cerdas tahu duda kaya mana yg harus dipacari..

5. Ketika kamu merasa cobaan hidupmu terlalu berat, itu karena Tuhan tau kamu bisa mengatasinya. Kalo msh berat jg, DIET dong ah..

6. Seseorang tak akan pernah bisa mencintaimu dengan TULUS, jika kamu tak membiarkan dia tahu berapa banyak kamu punya FULUS..

7. Cintailah dia dengan sepenuh hati, bukan dengan sepenuh jiwa. Karena jika dia pergi kamu hanya SAKIT HATI, bukan SAKIT JIWA..

8. 3 tips dalam mencari pasangan yg ideal dengan Anda:

1. Berdoalah,

2. Berusahalah,

3. Bercerminlah.

9. Tak semua pria itu BRENGSEK. Percayalah, ada pria yg baik ϑî setiap sudut BUMI ini, tapi masalahnya bumi ini BULAT.

Peace and Laugh

Regards,

Ferdynando D. Savio
http://ferdydsavio.blogspot.com

Jadilah Pribadi yang Lebih karena Indonesia membutuhkan Anda!

Wednesday, January 4, 2012

Plan for Your Future

Tung Desem Waringin :

Jika anda mau membangun rumah maka sebagian orang akan memanggil arsitek dan arsitek itu bersama anda membuat rencana. Tetapi ketika orang yang sama memulai membangun kekayaan mereka atau merencanakan masa depan, mereka tidak pernah mendesain rencana finansial untuk hidup mereka. Mereka tidak mempunyai garis besar rencana kerja untuk menjadi kaya. Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana, mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya. Banyak juga orang yang menggunakan satu-satunya jurus andalan, yaitu merencanakan untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya. Dan biasanya orang menyebut itu rencana menjadi kaya

Contoh, menjadi buruh pabrik atau kuli bangunan, walaupun sekeras apapun mereka bekerja akan sulit sekali untuk menjadi kaya.

Ada juga orang yang mempunyai rencana yang lambat untuk menjadi kaya, rencana tersebut yaitu bekerja keras dan menabung. Dengan mengikuti rencana tersebut maka jutaan orang akan menghabiskan hidupnya dengan memandang keluar jendela dari kereta mereka yang lambat atau dari mobil mereka yang terjebak dari kemacetan lalu lintas menyaksikan limosin, helikopter, pesawat jet perusahaan, rumah- rumah mewah.

Dan yang paling menyedihkan ada juga orang yang mempunyai rencana untuk menjadi miskin. Begitu banyak orang mengucapkan kata-kata seperti ayah miskin Robert Kiyosaki "Ketika saya pensiun, maka penghasilan saya akan berkurang". Dengan kata lain mereka merencanakan untuk bekerja keras seumur hidup hanya untuk menjadi miskin.

"Saya membutuhkan kecepatan." Kata Tom Cruise dalam Film TopGun.

Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang tetapi bukan rencana bagi orang yang ingin pensiun muda dan pensiun kaya.

Sudahkah anda merencanakan masa depan ?
Regards,

Ferdynando
http://ferdydsavio.blogspot.com

Jadilah Pribadi yang lebih baik karena Indonesia membutuhkan Anda!

Tuesday, January 3, 2012

Who Are You Flying With?

KITA TIDAK MUNGKIN BISA TERBANG SEPERTI ELANG
KALAU KITA HIDUP DI KUMPULAN KALKUN.

Mark Victor Hansen adalah orang yang menciptakan seri buku Chicken Soup. Waktu penghasilannya baru mencapai $ 1 juta, ia bertemu dengan Anthony Robbins dan bertanya padanya. "Penghasilan Anda demikian besar, bagaimana saya bisa mencapainya juga ? Anthony bertanya, "Siapakah kelompok pemikir utama Anda ?" Ia menjawab, "Kelompok jutawan". Anthony Robbins berkata, "Itulah kekeliruan Anda. Anda harus bergaul dengan kelompok miliarder, pasti mereka akan membuat Anda berpikir pada tingkatan mereka." Kini Hansen hampir mencapai angka penghasilan $ 1 milyar.

Seorang teman atau komunitas tertentu bisa mempengaruhi kita baik atau buruk. Hal ini diteguhkan juga oleh penelitian yang dilakukan Dr. David dari Universitas Havard, yang menyimpulkan bahwa setelah 25 tahun hidup teman-teman Anda memiliki pengaruh terhadap hidup atau kesuksesan Anda. Pada dasarnya manusia memang senang beradaptasi atau mengikuti pola hidup lingkungannya. Bila kita bekerja di antara orang-orang yang rajin, berdisiplin tinggi, selalu menjaga mutu dan kualitas, jujur, maka cepat atau lambat kita akan meniru gaya hidup mereka. Namun sebaliknya, bila kita bekerja di lingkungan yang orang-orangnya cenderung malas, telat, tidak disiplin, suka membolos, curang, maka pelan tapi pasti kita akan melakukan hal yang sama.

Karena itu, bila kita ingin berhasil, tempatkanlah diri kita pada jalur yang benar. Tetapkanlah diri kita untuk selalu bergaul dengan pribadi-pribadi yang dapat memberi pengaruh positif, dan masa depan yang cemerlang pun tersedia bagi kita. Seorang bijak berkata, tunjukkanlah kepadaku sahabat-sahabatmu dan aku akan menunjukkan masa depanmu. Ini juga berlaku tidak pada pekerjaan saja tetapi juga semua hal. Carilah pergaulan yang baik, punya prinsip tidak mudah terpengaruh.

KITA TIDAK MUNGKIN BISA TERBANG SEPERTI ELANG
KALAU KITA HIDUP DI KUMPULAN KALKUN.

HaVe a NiCe DaY....

Regards,

Ferdynando

Jadilah Pribadi yang lebih baik karena Indonesia membutuhkan Anda!

Most Important Part of Your Body

   BAGIAN TERPENTING DARI TUBUHMU   


Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah


Ibu selalu bertanya padaku,
apa bagian tubuh yg paling penting.

Bertahun-tahun,
aku selalu menebak,
& aku pikir suara adalah yg paling penting bagi kita, jadi aku jawab,
"Telinga, Bu.."

"Bukan itu, Nak.
Banyak orang yg tuli.
Teruslah memikirkannya & aku menanyakan lagi nanti."

Aku mencoba menjawab lagi,
& aku yakin jawaban kali ini pasti benar,
"Bu, penglihatan sangat penting bagi smua orang, jadi pastilah mata kita."

"Kamu belajar dgn cepat,
tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yg buta."

Beberapa saat kemudian, kakekku meninggal.
Smua keluarga sedih & menangis, bahkan ayahku menangis.

Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku,
"Apakah kamu sudah tau apa bagian tubuh yg paling penting?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini.

Ibu melihat kebingungan di wajahku & memberitahuku,
"Untuk smua bagian tubuh yg kamu beritahu padaku dulu,
Ibu selalu berkata kamu salah,
& ibu tlah memberitahukan kamu kenapa.

Anakku, bagian tubuh yg paling penting adalah bahumu."

Aku bertanya,
"Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"

"Bukan, tapi karna bahu dpt menahan kepala seorang teman ato org yg kamu sayangi ketika mereka menangis.

Kadang dalam hidup ini,
smua orang perlu bahu untuk menangis.

Ibu berharap, kamu punya cukup kasih sayang & teman-teman agar kamu slalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tau bagian tubuh yg paling penting adalah tdk mjd org yg mementingkan diri sendiri,
Tapi simpati terhadap penderitaan yg dialami oleh org lain.


Pesan Moral,
ORANG AKAN MELUPAKAN APA YG ANDA KATAKAN.
ORANG AKAN MELUPAKAN APA YG ANDA LAKUKAN.
TAPI...
ORANG TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN BAGAIMANA ANDA MEMBUAT MEREKA BERARTI !!


ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́ ♡̷̬̩̃̊....G☺Ð BLëSs U....♡̷̬̩̃̊ ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́


Regards,

Ferdynando
http://ferdydsavio.blogspot.com

Jadilah Pribadi yang lebih baik karena Indonesia membutuhkan Anda!

Monday, January 2, 2012

Pioneer 2012

Nerio Alessandri hanya berusia 22 tahun ketika ia mendesign mesin untuk fitness pertamanya di garasi orang tuanya. Tidak lama kemudian sebuah gym membeli beberapa mesinnya dan bahkan gym yang lebih besar memesan 30 mesin.

"Saya menerima pesanan mereka walaupun saya tidak memiliki team dan perusahaan, hanya garasi orang tua saya"

Itu terjadi pada tahun 1983, dan sekarang Technogym memiliki 13 cabang international, 35.000 pusat kebugaran, dan 20.000 private homes yang tersebar diseluruh dunia. Perusahaannya merancang mesin kebugaran untuk team sepakbola Eropa, Ferrari Formula One, dan supplier resmi untuk beberapa permainan di Olimpiade Beijing 2008.

Alessandri memenangkan beberapa penghargaan design international, menjadi Ernst & Young Italian Entrepreneur of the Year 2003, bahkan ia adalah orang termuda yang menerima gelar kesatria the Cavaliere del Lavoro (Italian Industry Knighthood).

Semua pencapaiannya terjadi karena ia memiliki sikap seorang pioneer di bidang alat kebugaran. Ketika trend gila-aerobic 80an dan 90an. Alessandri mengambil pendekatan yang berbeda!

Sekarang, di awal 2012, Tahun penuh kesempatan, peluang, dan kesuksesan bagi mereka yang mau meraihnya. Apa yang Anda Lakukan? Kesempatan apa yang Anda Raih? Apa Passion Anda?

Belajar dan tingkatkan kompetensi Anda, tentu kesempatan dengan Mudah Anda Raih!

Salam Sukses,
Ferdy D. Savio

Saturday, December 31, 2011

Success Key 2012

Success Key 2012

A : Accept
Terimalah Diri Anda sebagaimana adanya.

B : Believe
Percayalah terhadap Kemampuan Anda
untuk meraih apa yang Anda inginkan dalam Hidup.

C : Care
Pedulilah pada Kemampuan Anda
meraih apa yang Anda inginkan dalam Hidup.

D : Direct
Arahkan pikiran pada hal-hal Positif yang meningkatkan Kepercayaan Diri.

E : Earn
Terimalah Penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang Terbaik.

F : Face
Hadapi masalah dengan Benar dan Yakin.

G : Go
Berangkatlah dari Kebenaran.

H : Homework
Pekerjaan Rumah adalah langkah penting untuk Pengumpulan Informasi.

I : Ignore
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan Anda mencapai Tujuan.

J : Jealously
Rasa Iri dapat membuat Anda tidak menghargai kelebihan Anda sendiri,
Jadi hindarilah.

K : Keep
Terus Berusaha walaupun beberapa kali Gagal.

L : Learn
Belajar dari Kesalahan
dan Berusaha untuk tidak mengulanginya.

M : Mind
Perhatikan Urusan sendiri
dan Tidak menyebar Gossip tentang orang lain.

N : Never
Jangan pernah Putus Asa.

O : Observe
Amatilah segala hal di sekeliling Anda.
Perhatikan, Dengarkan,
dan Belajar dari Orang lain.

P : Patience
Sabar adalah Kekuatan tak ternilai yang membuat Anda terus Berusaha.

Q : Question
Pertanyaan perlu untuk mencari Jawaban yang Benar dan menambah Ilmu.

R : Respect
Hargai Diri sendiri dan juga Orang lain.

S : Self Confidence, Self Esteem, Self Respect
Percaya diri, Harga diri, Citra diri,
Penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.

T : Take
Bertanggung jawab pada setiap Tindakan Anda.

U : Understand
Pahami bahwa Hidup itu selalu ada Potensi untuk naik

V : Value
Nilai Diri sendiri dan orang lain,
Berusahalah melakukan yang Terbaik.

W : Work
Bekerja dengan Giat,
Jangan lupa Berdoa.

X : X'tra
Usaha lebih Keras membawa Keberhasilan.

Y : You
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z : Zero
Selalu Ingat,
Usaha Nol membawa hasil Nol pula.:)

Regards,

Ferdynando
http://ferdydsavio.blogspot.com

Jadilah Pribadi yang lebih baik karena Indonesia membutuhkan Anda!


Grab this Widget ~ Blogger Accessories