D.Savio Search Engine
Sunday, January 13, 2013
Wednesday, May 30, 2012
Coming Soon! www.SekolahPD.com
Thursday, October 6, 2011
Good Bye Steve Jobs
Good Bye Steve Jobs, You Are Doing A Great Job!
You have made the world a better place!
Regards,
Ferdy D. Savio
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KAMIS, 6 OKTOBER 2011, 07:37 WIB
Mendiang pendiri Apple, Steve Jobs, pernah bercerita cukup panjang mengenai kematian. Dia mengutarakannya di depan para wisudawan Universitas Stanford, AS, pada Juni 2005. Menurut Jobs, kematian bisa jadi adalah suatu "pencapaian terbaik dalam hidup" dan jangan menyia-nyiakan "waktu kita yang terbatas" dengan bergantung pada kehidupan orang lain."Kutipan pidato Jobs itu dimuat kembali oleh sejumlah laman media di AS bertepatan dengan hari wafatnya inovator Apple itu di usia ke-56 tahun, 5 Oktober 2011. Jobs wafat setelah bertahun-tahun melawan kanker pankreas yang menyerang tubuhnya.
Di bagian akhir pidatonya di hadapan para wisudawan Universitas Standford enam tahun yang lalu, Jobs secara khusus menyinggung konsep kematian. "Saya setiap hari bercermin dan bertanya kepada diri sendiri, 'Bila hari ini adalah yang terakhir bagi hidupku, apakah aku ingin melakukan apa yang akan kulakukan hari ini?' Dan bila hampir setiap hari menjawab 'Tidak,' berarti saya tahu saya harus mengubah sesuatu," kata Jobs.
"Mengingat saya akan akan segera mati merupakan hal yang paling penting untuk membantu saya membuat pilihan-pilihan besar dalam hidup," kata Jobs dalam pidatonya yang dimuat di laman Universitas Stanford. Saat itu, dia mengaku sudah setahun mengetahui dirinya menderita kanker.
Jobs mengaku dengan berat hati mengikuti saran dokter dan harus menahan sakit yang luar biasa selama menjalani perawatan. Dia sadar bahwa sewaktu-waktu "hari"nya akan tiba.
"Tidak ada yang mau mati. Bahkan orang-orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin lebih dulu mati. Namun, kematian adalah tujuan yang harus dihadapi kita semua. Tidak ada satupun yang bisa lolos [dari kematian]," kata Jobs.
"Dan itu nampaknya sudah seharusnya demikian, karena Kematian kemungkinan besar adalah pencapaian terbaik dalam Hidup. Itu adalah agen perubahan dalam Hidup, dengan menggantikan yang tua untuk membuka jalan bagi yang baru," lanjut Jobs.
Kepada para wisudawan, selanjutnya Jobs mengatakan "Kini yang baru itu adalah kalian, namun suatu saat yang tidak begitu lama dari sekarang, kalian perlahan akan menjadi tua dan akan tergantikan. Maaf ini membuat jadi terkesan dramatis, namun kebenarannya demikian," lanjut Jobs, yang mengaku tidak bisa menyelesaikan kuliah untuk menjadi wirausahawan.
Dia juga berpesan kepada kaum muda bahwa "waktu kalian terbatas, jadi jangan menyia-nyiakannya dengan bergantung pada kehidupan orang lain." Maksud Jobs, jangan mudah terbawa oleh pengaruh orang lain. "Paling penting, yakinlah akan suara hati dan intuisi kalian, karena mereka sudah tahu apa yang kalian cita-citakan. Yang lain itu nomor dua," kata Jobs. (eh)
Saturday, October 1, 2011
Building And Running A Business
Sunday, February 14, 2010
I FEEL BLESSED
Thursday, October 15, 2009
Seperti Setiap Pujangga...
Seperti setiap pujangga mengatakan, "hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, namun hatiku selalu setia kepadamu." itu lah yang kurasakan...
Depresi hati ini membuat otak tak lagi rasional...
Begitu mudah untuk lari... dan pergi...
Tapi hanya seorang yang pengecut...
Aku bukan seorang pemberani...
Aku bukan seorang saudagar kaya...
Aku bukan seorang yang pintar dan bijaksana...
Tapi aku sabar,
Tapi aku selalu bangun, saat ku jatuh...
Tapi aku... memilikimu sepenuh hati... sumber kekuatanku...
Gelapnya malam, memberikan istirahat bagi pikiran yang lelah...
Dinginnya angin, menyejukan hati yang panas...
Derasnya hujan, membersihkan jiwa yang luka...
Lihat,
Kegelisahan dalam hatiku...
Menetapkan pandangan yang kosong terhadap masa depanku...
Sedikit demi sedikit ku lukis, kanvas itu...
Namun tak kunjung datang visi itu...
Waktu ku kecil... Petualang nama tengahku...
Tak ada yang ku takutkan, kecuali Dia yang Maha Tau...
Kini, sendal pun menjadi bencana...
Dan Dia yang Maha Tau pun semakin ku taruh jauh di pojok sana...
Ah, aku hanya beralasan...
Membenarkan segala sifat buruk ku...
Bersembunyi dibalik kebenaran yang merusak...
Cukup! Cukup sudah...
Sudah saatnya pikiran, jiwa, dan roh ku hidup di dalam harmoni...
Memainkan perannya dalam orkestra besar,
untuk didengarkan oleh Dunia...
Terima kasih... untuk... doa mu,
Ferdy D.Savio
Friday, February 20, 2009
Janji Itu Berarti...
Friday, February 13, 2009
2008 ---> 2009
Waktu begitu cepat berlalu dan sekarang sudah 2009...
Saat nya untuk merenungkan apa saja yang sudah terjadi dalam hidup selama 2008...
Pengalaman pertama bekerja di perusahaan sebagai sales apartemen lavande, tebet... Group of Agung Podomoro...
Lalu sebagai operasional rental alat berat di Pulau bangka selama setengah tahun lebih. 8 bulan dikurang pulang-pulang ke jakarta =p hehe...Dan akhirnya berada dalam divisi keuangan di kantor pusat Jakarta...
Saya belajar bahwa sejak saya ambil kendali terhadap hidup dan terhadap target/goals. Hidup ternyata luar biasa... Banyak tantangan yang harus dihadapi... Tidak mudah, tapi bisa diatasi, dan walaupun tidak ringan, tapi menyenangkan...
Take 100% Responsibility with our life's.
"E + R = O"
Event + Response = Outcome...
Event itu netral, diluar kendali kita.
Tapi Response kita berada di bawah kendali kita sehingga kita bisa dapat outcome yang kita inginkan...
Salam,
Ferdy D.Savio
Wednesday, January 14, 2009
Kedewasaan
Wednesday, January 7, 2009
Financial Planner
Financial Planner...
Sebuah Profesi yang tugasnya yah merencanakan keuangan...
Pertama kali saya mengenal profesi ini adalah ketika saya sedang mencari-cari informasi tentang kursus keuangan beberapa bulan yang lalu...
Kemudian ketika saya pergi ke MM UI dengan seorang teman (dessy) untuk menanyakan program MM UI. Saya dipromosikan sebuah program Financial Planning Workshop. Dimana program kelas ini diajarkan dasar-dasar seorang Financial Planner dan untuk mendapatkan gelar Registered Financial Advisor (RFA)...
Dari situ lah awal saya mulai mengenali profesi Financial Planner... Dan mulai mengenal beberapa tokoh-tokohnya seperti safir senduk dan aidil akbar madjid...
Di amerika sepertinya profesi financial planner adalah hal yang biasa di dengar, tetapi di indonesia sepertinya masih banyak orang yang belum tau... Entahlah...
Saat ini sih saya tertarik untuk menjadi seorang financial planner... sepertinya pekerjaan yang mulia, membantu masyarakat untuk menjaga keuangan pribadi maupun keluarga...
Hmm... Seekor tikus yang memotivasi, membantu merencanakan keuangan, dan berbisnis...
Tikus yang aneh...
Salam,
Ferdy D.Savio
Wednesday, December 24, 2008
theme baru
hari ini nyoba2 theme baru... kayaknya lebih fresh... tapi... setelah di lihat2... entahlah...
Salam,
Ferdy D.Savio
Thursday, October 2, 2008
Ikan yang bertanya-tanya
Ada seseorang yang menjawab, "Engkau berada didalamnya."
Kemudian ikan tersebut berenang kesana dan kemari, namun yang ditemukannya hanyalah air.
Sekali lagi ia bertanya-tanya, "dimanakah samudera yang luas itu?"
Wednesday, October 1, 2008
Ini Rahasianya
Jika anda ingin mendengar suara seorang penyanyi,
Jika anda ingin mengenal Tuhan,
Sunday, September 21, 2008
Sunday, August 31, 2008
Buaya yang berwarna pink
Dari kecil hingga beranjak dewasa, buaya ini sangat bergantung kepada induknya. Oleh karena warna tubuh nya yang begitu mencolok, buaya ini tidak dapat berburu sebagaimana semestinya. Kedatangannya sudah dapat terlihat dari kejauhan dan membuat hewan-hewan buruannya waspada. Bahkan teman-temannya tidak ada yang mau mendekati ataupun membantunya.
Setiap hari buaya tersebut mendapatkan makanannya dari induknya dan tumbuh menjadi buaya yang besar. Hingga suatu hari, induknya meninggal. Meninggalkan dirinya sendiri. Berjuang mencari makan, mempertahankan hidup demi menghormati induknya.
Hari demi hari, bulan berganti bulan, dirinya belum mendapatkan makan. Pernah beberapa kali, ia mencoba untuk memakan berbagai macam tanaman yang terlihat lezat. Tetapi ternyata ia tidak dapat mencernanya. Ia menjadi sangat lemas, dan hanya dapat berbaring seharian untuk menjaga tenaganya.
Pada suatu hari, ada seekor burung yang sangat suka sekali bernyanyi. Ia sangat bangga dengan suaranya yang merdu. Setiap hari dilaluinya dengan bernyanyi, menghibur seisi hutan dengan suaranya yang merdu. Semua hewan yang sedang sedih, selalu dapat dihiburnya dengan nyanyian dan bahkan terkadang ditambahkan sebuah tarian. –Burung yang aneh-
Ketika sedang terbang menari diangkasa, burung ini melilhat seekor buaya yang berwarna pink. Ia pernah mendengar gossip-gossipnya mengenai buaya kesepian yang berwarna pink, namun baru kali ini ia benar-benar melihatnya dengan mata nya sendiri. Wow, ternyata benar-benar ada…
Akhirnya burung ini mendarat di sebuah batang pohon yang tinggi. Ciiiitttt… bunyinya mendarat. Tidak berani ia mendekat, pikirnya dalam hati walaupun ia kesepian tentunya ia juga kelaparan. Setelah lama ia perhatikan, nampaknya buaya ini tidak lagi memiliki semangat untuk hidup. Buaya ini membutuhkan semangat baru, dan ia tau semangat baru berarti nyanyian dan tarian.
Setelah mengumpulkan segala keberanian, dalam satu tarikan napas, burung ini meluncur ke tempat buaya tersebut berbaring. Dengan berhati-hati burung ini mendekati dan mulai bernyanyi. Suaranya yang merdu membangunkan si buaya. Awalnya terlihat tidak ada reaksi, namun si burung tidak menyerah. Ditambahkannya tarian dengan bulu-bulu sayapnya yang indah. Lama-lama terlihat si buaya mulai menikmati. Dimulailah persahabatan antara buaya dan burung ini.
Setiap hari burung ini bernyanyi dan menari untuk menghibur si buaya, namun si buaya setiap harinya semakin lemah karena tidak makan. Si burung mulai panik, dan setiap hari pula ia memberikan buaya ini makanan mulai dari serangga hingga biji-bijian. Namun tidak ada satupun yang dapat dimakan oleh buaya tersebut.
Burung ini mulai kehabisan akal, tidak ada yang bisa ia lakukan lagikah? Segala yang biasa ia lakukan untuk menghibur hewan-hewan yang lain tidak ada yang berhasil. Hal-hal yang biasa sepertinya tidak mujarab. Ia harus memikirkan hal-hal yang baru. Tapi apa? Segala-galanya telah ia berikan. Segala-galanya? Benarkah? Peperangan terjadi di dalam batinnya…
Suatu malam ia memutuskan untuk memberikan segala-galanya. Saat buaya tersebut tertidur, ia masuk ke dalam mulutnya dan tidur disana. Ia mengetahui bahwa ini adalah akhir dari hidupnya, namun inilah yang ia inginkan.
Saat pagi menjelang, si buaya langsung saja menelan si burung. Kawannya, yang berkorban segala-galanya untuk dirinya. Saat sadar. Buaya tersebut langsung berlari secepat mungkin. Menabrak segala yang ada. Hatinya sangat hancur. Ia telah memakan sahabatnya sendiri. Ingin rasanya ia berteriak. Ia mengamuk, membabibuta, menghancurkan segala yang ada disekitarnya.
Akhirnya ia berhenti, dan menangis. Hatinya yang hancur. Air mata terus mengalir. Berhari-hari ia menangis. Berbulan-bulan ia menangis. Ia terus menangis. Air mata tak terhentikan, hingga… akhirnya… Ia pun tenggelam dalam air matanya.
Air matanya telah menjadi sebuah danau yang indah, dikelilingi oleh pohon-pohon dan taman bunga. Pohon-pohon tinggi menjadi atap yang teduh. Tanaman-tanaman yang menyehatkan tumbuh subur menjadi sumber makanan. Taman-taman yang indah mengelilingi danau, seakan memanggil hewan-hewan untuk datang. Danau tersebut yang akhirnya menjadi tempat berkumpul para hewan untuk minum, untuk mencari makan dari tanaman-tanaman yang tumbuh subur disekitarnya. Semoga akhirnya buaya dan burung pun dapat tersenyum…
Regards,
Sunday, August 17, 2008
Masih Kerja gak Yah???
A: Gw punya dua buah pernyataan:
1. Tuhan terakhir kali berbicara saat Yesus dibaptis dan tangan-tangan-Nya berhenti berkarya pada hari ke-7 penciptaan. Benar kah?
2. Tuhan tetap berbicara dan tangan-tangan-Nya tidak pernah berhenti berkarya di zaman modern ini. Benar kah?
Sekarang pertanyaannya masih atau stop nih?
F: Yah itulah pertanyaan yang mengundang orang untuk buru-buru menjawab, “Yah masihlah…” Dan saya rasa… Sepertinya semua orang akan setuju dengan pernyataan itu. Mungkin karena sepertinya pernyataan yang kedua ini adalah pernyataan yang baik, dan menjadi harapan banyak orang. (Kalau ada argument yang berbeda kirim email ke saya yah ^_^)
A: Iya ntar gw pikir-pikir dulu… Emang gw akan jawab yang sama, tapi gw gak tau alasan kenapa gw jawab itu.
F: Saya percaya bahwa kita hidup didunia ini bukan sebagai mahkluk yang individu ato hidup sendiri. Tapi kita adalah manusia-manusia yang sok sial, eh maksudnya social… Jadi kita hidup untuk orang lain.
A: Iya gw tau, kita hidup buat kawin kan… Lah terus hubungannya apa sama pertanyaan gw?
F: Bukan buat kawin saja, tapi sama masyarakat juga. Nah ini semakin seru nih… Manusia pasti akan berkarya; baik dalam pekerjaan, keluarga, hobby, maupun pelayanannya, dll.
A: Masa? Gw kagak pernah tuh berkarya-karya gitu… Seniman kalee…
A: Oh iya, kenapa seniman banyak yang rambutnya gondrong?
F: Iseng aja… Namanya juga seni man…
F: Berkarya yang saya maksud itu, menciptakan sesuatu untuk orang lain. Baik benda nyata maupun aktivitas tertentu. Saat kita mencintai seseorang, kita berkarya loh… Saat kita berbuat jahat kepada orang lain pun kita juga sedang berkarya.
A: Oh, gw ngerti… kayaknya sih… kalo kita mencintai seseorang, kita kayak nanem bunga di hati mereka gitu?
F: Jadi semua karya kita yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain, saya percaya ada campur tangan Tuhan di dalam nya.
A: Misal nya…
F: Banyak sekali contoh-contohnya… Seorang musisi yang menciptakan sebuah lagu. Suatu hari ada orang yang patah hati dan dia sudah tidak mempunyai semangat hidup lagi. Tidak sengaja ia mendengar lagu musisi itu dari radio, dia merasa muncul kekuatan baru dan semangat baru. (The power of Music heal our soul)
A: zzz… mana mungkin ada yang kayak gitu. Next…
F: Dokter yang mengoperasi pasiennya dengan sukses.
A: Terlalu biasa. Next…
F: Seorang teman yang mendengarkan curhatan sahabatnya, sehingga sahabatnya punya kelegaan dan tidak depresi lagi.
A: Sangat biasa, gw gak merasa ada campur tangan Tuhan disana. Next…
F: Seorang produser yang menciptakan film yang sangat menginspirasi orang untuk bertindak dan memiliki hidup yang lebih baik.
A: Yah, gak semua orang kan cengeng dan bisa terinspirasi gitu. Cape Deh…
F: Memang betul, sebuah film tidak akan membantu semua orang. Namun bila ada satu atau dua orang saja terselamatkan maka akan ada sukacita dan pesta besar di Surga. Terkadang kita (gak semua orang) mengharapkan agar Tuhan bekerja dengan cara yang besar, yang memukau, yang hebat deh pokoknya. Sehingga kita tidak melihat saat Dia bekerja lewat hal-hal kecil, hal-hal yang biasa, yang menjadi keseharian kita. Dan tidak ada yang mustahil bagi Dia, hal kecil dari-Nya pun pasti mampu untuk mengubah hidup seseorang.
A: Jadi kalo ada istilah ‘manusia yang bermain sebagai Tuhan’, berarti ini ‘Tuhan berkarya sebagai manusia’ dong…
F: Sekarang pertanyaan dari saya adalah, mau kah kita menjadi tangan-tangan-Nya? Biarkan Tuhan bekerja melalui kita. Siapa tau melalui music, nyanyian, tulisan, drama, ceramah, atau bantuan kita, Tuhan bekerja. Atau mungkin lewat hidup kita yang menjadi inspirasi?
A: Ah, bisa-bisanya lo aja nih ngejawabnya. Nah pertanyaan gw kalo dokter mengoperasi pasien, ternyata pasiennya gak selamat bgmana? Padahal dokter itu pinter banget, hati-hati banget, peralatan, kondisi semua sempurna.
F: Saya hanya bisa menjawab ‘Misteri Tuhan’.
A: Yah…
F: Seperti seorang anak kecil yang membuat lubang pasir di pantai untuk menampung seluruh air di lautan.
A: Kalo begitu gw punya pernyataan baru nih.
Tuhan juga tetap mendengar dan melihat di zaman modern ini.
Kalo Dia gak mendengar dan melihat, bgmana mungkin karya-karya-Nya dapat mengobati luka banyak orang? Bgmana mungkin dapat membantu orang-orang tanpa tau apa kesulitan orang tersebut kan?
F: Yupe, siapa yang tau kalau sebuah music diciptakan untuk satu orang yang membutuhkan penyembuhan jiwa diluar sana. Dan siapa yang tau kalau tulisan ini diciptakan untuk satu orang yang membutuhkan jawaban di luar sana.
A: Terima Kasih…
MERDEKA
Salam dari Bangka Island,
Ferdy D.Savio (17/08/08)
Saturday, July 12, 2008
Working is Life...

Hari ini akhirnya bisa online lagi...
Sudah beberapa minggu nih saya berada di pulau bangka... Sepertinya udah tiga minggu deh... Dan saya baru akan pulang ke jakarta tanggal 15agustus nanti... masih lamanya...
Walaupun saya disini merasa kesepian, tapi saya akan terus berusaha untuk maju...
Lebih baik maju lambat daripada saya diam ditempat... Pokoknya terus maju... Untuk mencapai target pertamaku... menjadi mapan... dan kemudian menikah...
Ternyata masa-masa transisi itu cukup melelahkan secara mental. Dari hari ke hari saya merasakan bahwa bekerja itu adalah bagian dari hidup. Sedangkan untuk kegiatan lainnya, seperti bermain futsal, membaca buku, dan lain-lain; semuanya itu cman tambahan untuk membuat hidup lebih bergairah... Itulah arti dan fungsi 'waktu luang'...
Selama ini kadang merasa harus ini, harus itu, bekerja hingga malam, sehingga tidak ada waktu untuk menonton, membaca buku lebih banyak, atau bahkan untuk bermain. Tetapi skarang aku mulai memiliki pandangan kalo itu semua hanyalah sesuatu yang dilakukan dalam 'waktu luang' saja...
inilah bagian dari teori 'tangga hidup'ku...
sekolah, kemudian naik level menjadi bekerja...
Teman-teman, jangan mengeluh apabila karena bekerja kita tidak punya waktu untuk melakukan ini itu. kalau kamu mengeluh, berhentilah dan temukan 'passion'mu... Setidaknya tujuan kamu bekerja... itulah yang memperkuat aku setiap harinya...
Regards,
Ferdy D.Savio
Tuesday, April 29, 2008
Kita butuh olah raga
Fiuh, karena lama berada di pulau bangka. Dah lama gak olahraga.
- Jiwa Kesatria
- Kepahlawanan
- Karya Tulis
Tuesday, April 8, 2008
2 Kekuatan di Kehidupan ini
Apakabar nya? Semoga kabar nya baik selalu.
Saya percaya bahwa di kehidupan kita ini terdapat 2 buah kekuatan. Dari zaman dahulu kala hingga detik ini juga hanya ada 2 kekuatan ini yang saling bertolak belakang, yaitu:
The Power of Positive dan The Power of Negative.
Kekuatan dari positif dan negatif selalu ada pada setiap detik kehidupan kita. Mereka selalu mempengaruhi pribadi kita, tindakan kita, pikiran kita, bahkan kata-kata yang kita ucapkan.
Bagaimana dengan kamu? Ada yang bisa di sharing kan atau komentar?
Regards,
Ferdy D.Savio
Thursday, March 27, 2008
Gak mao jadi miskin dan mao jadi kaya
Teman-teman,
Apa sih bedanya,
Gak Mao Jadi Miskin dan Mao Jadi Kaya?
Ayo, dijawab yah ^_^
Regards,
Ferdy D.Savio










