Bantuan Kemanusiaan

D.Savio Search Engine

Showing posts with label Inspirasi Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi Tokoh. Show all posts

Friday, February 8, 2013

Meet the ultimate saleswoman, who has sold TEN Bugatti Veyrons worth over £12m… in just one year

London - Bagi seorang sales mobil, menjual sebuah mobil perlu keahlian tersendiri. Dan wanita ini adalah jagoannya. Wanita bernama Anita Krizsan ini mampu menjual mobil dengan nilai total 13 juta pounds atau Rp 197 miliar hanya dalam waktu 1 tahun saja.

Wanita ini bekerja di sebuah diler yang terletak di pusat perbelanjaan mewah Mayfair di London, Inggris.

Mobil yang dijualnya pun bukanlah mobil sembarangan karena dia hanya menjual mobil-mobil super berharga miliaran rupiah. 

Tahun lalu saja dia berhasil menjual 11 Bugatti Veyron yang merupakan salah satu mobil termahal di dunia saat ini.

Karena kepiawaiannya tersebut, bos Bugatti bahkan sampai mengiriminya kartu natal seraya menuliskan kalau Krizsan adalah satu patokan untuk para sales Bugatti di seluruh dunia.

Untuk mencapai penjualan itu sendiri, Krizsan harus bekerja keras karena konsumen VIP bukan hanya datang dari Inggris semata tapi banyak juga yang datang dari Timur Tengah atau Rusia yang orang kayanya suka mengoleksi mobil mahal.

Karena itulah, dia juga harus terbang ke berbagai negara untuk menyambangi kliennya. Bahkan, Krizsan juga yang mengantarkan langsung dan menyerahkan kunci mobil ke konsumennya.

"Kami cenderung memiliki dua jenis pelanggan - kolektor dan investor. Saya mulai dengan berbicara kepada mereka tentang mobil apa yang mereka miliki dan kepentingan umum mereka. Saya akan mencoba untuk menemukan mobil yang sesuai dengan kepribadian mereka," kata Krizsan seperti dikutip Auto Express dan dilansir Daily Mail, Jumat (8/3/2013).

Tapi meskipun mendapat komisi besar dari menjual mobil super, sehari-hari Krizsan ternyata hanya menggunakan sebuah VW Golf.

"Sayangnya saya tidak mengendarai Bugatti. Aku punya Volkswagen Golf diesel yang saya cintai. Ini sangat bersahaja dan sesuai dengan gaya hidup saya. Tapi saya tidak akan mengatakan tidak jika ditawarkan," kelakar Krizsan.

Setiap mobil Bugatti Veyron yang dijual di tempat kerja Krizsan, dealer mendapatkan margin keuntungan sekitar 150.000 pounds dan sales biasanya menerima antara 5-10 persen dari keuntungan itu.

Salah satu keunggulan Krizsan dalam menggaet konsumen selain jaringannya yang luas adalah karena perhatian ekstra untuk setiap konsumennya. 

Sebab dia berpendapat kalau layanan purna jual sebenarnya lebih penting dibanding menjual mobil itu sendiri.

Bugatti sendiri memiliki mekanik yang siap sedia untuk terbang ke berbagai benua untuk membantu para pemilik Bugatti di seluruh dunia.

"Aftersales adalah kunci untuk memastikan pelanggan terus datang kembali. Anda harus menelepon hari berikutnya untuk melihat apakah mereka menikmati atau memiliki pertanyaan," jelasnya.

"Seseorang dapat menjual mobil sekali. (Tapi) Kami ingin melihat mereka lagi. Kami memiliki pelanggan Bentley dari tiga tahun yang lalu dan kami masih menelepon untuk bertanya kabarnya," tambah Krizsan.

Krizsan pun masih memiliki harapan untuk menggaet lebih banyak pembeli wanita. Sebab menurut dia saat ini hanya ada 4 orang wania yang memiliki Bugatti Veyron di seluruh dunia.


sumber: detikoto



Anita Krizsan said:


“It is a combination of being in the centre of London in a great showroom and having a great team to work with. And hard work.
“It is also about asking the right questions and understanding what customers want. They don’t have much time to speak so I have to use it as best as I can.
“I don’t drive a Bugatti unfortunately, I have a diesel Volkswagen Golf which I love. It is very understated and suits my lifestyle.
“There is so much about the Bugatti with its history and heritage. One clients become a Bugatti customer, they stay a Bugatti customer.
“It is the supercar to have and once clients drive it they look at the rest of their cars differently. They are a work of art. We have a few customers who have more than one car.”
 “I always liked cars and bikes and an opportunity came up and I took it. I don’t think I will ever leave.”
“We tend to have two types of customer; collectors and investors.
“I like to start by talking to them about what cars they already have and their general interest. I’m trying to find the car that matches their personalities.
“Every customer is invited to the Molsheim factory in France. I like them to feel the history and culture of the car and the story behind it.
“While we’re at the factory they can go for a test drive with Pierre-Henri Raphanel, who will tell them about the car and talk them through it.”
“I always say there are two types of cars in this world. Bugattis and other cars.”



Tuesday, November 20, 2012

Yuk, Berkenalan dengan 4 Miliuner Bergaya Hidup Sederhana


Jakarta - Setidaknya satu kali dalam hidup, atau mungkin selama seminggu atau hanya satu hari, Anda ingin merasakan hidup sebagai miliuner yang punya banyak uang. Jika mimpi itu terwujud, gaya hidup seperti apa yang akan Anda terapkan?

Percaya atau tidak, tidak semua miliuner di dunia hidup dengan berfoya-foya sambil bermewah-mewah. Bahkan, beberapa diantaranya punya gaya hidup yang sederhana, jauh dari kesan mewah, layaknya seperti orang biasa pada umumnya.

Seperti dikutip dari Investopedia, Senin (19/11/2012), mari kita berkenalan dengan empat miliuner yang ternyata punya gaya hidup sederhana.


4. Chuck Feeney

Pria blasteran Irlandia-Amerika ini tumbuh di tengah 'The Great Depression' atau masa-masa sulit AS di tahun 1950-an. Itulah mengapa ia mempertahankan gaya hidup sederhana meski sudah kaya raya seperti sekarang ini.

Ia punya motto "Tujuan saya bekerja keras, bukan ingin jadi kaya raya," kata salah satu pendiri toko Duty Free yang sudah tersebar di seluruh dunia. Secara diam-diam, ia juga sering memberikan sumbangan dalam jumlah besar tanpa memakai nama sendiri.

Sumbangan tersebut banyak dilakukan melalui yayasan miliknya, Atlantic Philanthropies. Yayasan miliknya itu tercatat sudah memberikan sumbangan US$ 6,2 miliar (Rp 55,8 triliun) ke berbagai tempat seperti sekolah, departemen riset dan rumah sakit.

Pria yang selalu menggunakan transportasi umum ini juga gemar terbang dengan kelas ekonomi, beli baju di toko retail setempat dan tidak pernah menghamburkan uang untuk koleksi sepatu.

"Anda kan hanya perlu satu pasang sepatu untuk sekali pakai," ujarnya. Ia juga mengajarkan anaknya mencari uang dengan kerja sampingan setiap musim panas.


3. Ingvar Kamprad


Pendiri perusahaan furnitur asal Swedia Ikea ini mendapat keuntungan sangat banyak dari penjualan furnitur berkonsep rakit sendiri dengan harga terjangkau. Bagi Kamprad, penghematan dalam hidup tidak hanya bagi pelanggannya, tapi juga bagi dirinya sendiri.

Ia terkenal dengan pernyataannya "Pelanggan Ikea bukanlah meraka yang memakai mobil mahal atau tinggal di apartemen mewah." Pernyataan itu juga diterapkan oleh dirinya sendiri.

Kamprad lebih suka memakai kelas ekonomi ketimbang bisnis dalam penerbangan. Ia pun keliling kota menggunakan bus atau Volvo tua miliknya.


2. Carlos Slim

Orang terkaya nomor satu di dunia ini kurang dikenal jika dibandingkan dengan nomor dua, yaitu Bill Gates. Warga negara Meksiko ini memegang titel orang nomor satu terkaya di Dunia sejak Maret 2012 silam, lebih kaya dari Gates si penemu Microsoft.

Slim diprediksi punya kekayaan sebanyak US$ 69 miliar (Rp 621 triliun). Dengan uang sebanyak itu, ia bisa membeli apa saja yang dijual di dunia ini. Tapi, daripada hidup dikelilingi kemewahan, ia memilih untuk hidup sederhana. Ia sendiri masih tinggal di rumah yang ia beli sejak 40 tahun lalu.


1. Warren Buffett

Jutaan orang membaca buku Buffett, mengikuti cara kerja perusahaan investasinya Berkshire Hathaway, dan setiap langkah investasi yang dilakukannya. Rahasia suksesnya Buffet ternyata mudah saja, yaitu hidup sederhana.

Buffett, yang punya kekayaan senilai US$ 46 miliar (Rp 414 triliun) di akhir September 2012, tidak menyukai barang-barang dan rumah mewah. Ia masih tinggal di rumahnya yang sederhana di daerah Omaha, Nebraka. Rumahnya itu dia beli seharga US$ 31.500 (Rp 283,5 juta) sekitar 50 tahun lalu.

Meskipun dia sering makan di restoran mewah di sekeliling dunia untuk urusan bisnis, ia juga tidak pernah menolak untuk makan siang hanya dengan sepotong burger dengan minuman ceri bersoda. Ketika ditanya mengapa ia tidak punya kapal pesiar, ia menjawab "Kebanyakan mainan hanya bikin repot."


Kesimpulan

Rahasia dari orang-orang terkaya di dunia adalah mereka jarang sekali bersikap seperti orang kaya yang kita bayangkan, daripada menghambur-hamburkan uang, mereka sibuk mencari tau bagaimana menyimpan uang dan berinvestasi untuk masa depan. Ini adalah kebiasaan yang boleh anda pertimbangkan dalam rangka membangun kekayaan Anda sendiri.

sumber: detikfinance & investopedia 


Be Wealthy,
Ferdy D. Savio

NLP eXpert Business Coach

Tuesday, October 9, 2012

How to Be Charismatic: 7 Powerful Tips from the Mentalist



The Mentalist adalah salah satu acara TV favorit saya. Salah satu ketertarikan saya dalam setahun terakhir, mempelajari mengapa beberapa orang tampil berbeda dari yang lain, mengapa mereka berkarisma.

Sekarang, jika Anda telah melihat Mentalist - acara tentang seorang mantan paranormal palsu yang benar-benar pandai membaca orang dan membantu polisi dengan memecahkan kasus pembunuhan- maka Anda mungkin telah melihat bagaimana karismatiknya Simon Baker sebagai pemeran utama.

Dan bahkan jika Anda belum, artikel ini hanya menarik beberapa inspirasi dari film tersebut. Banyak dari kualitas ini dapat anda temukan pada orang lain yang sering dianggap karismatik seperti George Clooney, Bill Clinton atau mungkin beberapa teman yang Anda miliki.

Saya pikir menjadi karismatik berarti menjadi diri Anda yang lebih baik dan membawa Anda keluar dari diri Anda dengan lebih berani. Jadi ini adalah beberapa kesamaan hal umum yang tampaknya dimiliki orang karismatik. Ada banyak variasi untuk menjadi karismatik.

Cari variasi Anda sendiri dengan mengeksplorasi diri sendiri. Tapi juga dengan bereksperimen dan mencoba hal-hal yang Anda mungkin tidak biasanya lakukan. Perubahan besar tidak hanya datang dengan tinggal di zona kenyamanan Anda dan mengatakan kepada diri sendiri "Oh, itu bukan aku". Perubahan besar hampir selalu dimulai dengan perasaan canggung pada awalnya.

1. Tersenyum

Ya, ini terdengar sangat jelas. Tapi Anda harus melakukannya juga. Jika Anda benar-benar mencoba tersenyum lebih Anda akan menemukan banyak perubahan dari bagaimana dunia memperlakukan Anda. Orang biasanya bereaksi terhadap bagaimana Anda memperlakukan mereka. Dan emosi menular.

Orang karismatik sering tampak tersenyum. Begitu juga Simon Baker di acara itu, sebuah senyum 1000 watt seperti dalam foto di atas, mungkin puluhan kali di setiap episode. Positif dan antusiasme yang berkaitan dengan tersenyum membuat orang lain merasa baik. Ini mungkin paling sederhana dari tips di sini, dan yang akan saya mulai terapkan pertama kali.

Dan, bahkan jika Anda tidak selalu merasa seperti ingin tersenyum, tetap lakukan dari waktu ke waktu (tentu saja tidak senyum setiap waktu, itu aneh). Karena hal ini bekerja sebaliknya. Cobalah memaksa diri untuk tersenyum selama tiga puluh detik sekarang. Dengan membuat diri Anda tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan Anda, tubuh Anda akan mulai untuk melepaskan semua bahan kimia indah yang membuat Anda merasa senang.

(sumber: The PositivityBlog ditulis oleh Henrik Edberg)

diterjemahkan bebas oleh Ferdy D. Savio

Friday, July 20, 2012

Stephen Covey Leave This World, July 16, 2012


7 Habits of Highly Effective People

Stephen Covey's personal development classic for reinvention


1
2
3
4
5
"The world has changed dramatically since The 7 Habits of Highly Effective People was first published," the late Stephen Covey wrote in the foreword of his 1989 personal development classic. "Life is more complex, more stressful, more demanding." Covey died today, July 16, 2012 at the age of 79, his daughter announced.
Said Covey, "My answer: the greater the change and more difficult our challenges, the more relevant the habits become. We face challenges and problems in our personal lives, our families, and our organizations unimagined even one and two decades ago.
His holistic, principle-centered approach for solving personal and professional problems is as relevant today as it ever was. His habits--which Covey says create a composite of our character--provide a step-by-step pathway for living with fairness, integrity, service and human dignity.


Habit 1: Be Proactive

Being proactive means more than taking the initiative, Covey wrote in this 2008 article for SUCCESS. "It means that we are responsible for our own lives. Our behavior is a function of our decisions. Not our conditions."


Habit 2: Begin with the End in Mind

Begin today with the image or picture of the end of your life as your frame of reference by which everything else is examined.  It also means start with a clear understanding of your destination. It means know where you're going so that you better understand where you are now and so the steps you take are always in the right direction.

Habit 3: Put First Things First

It's very easy to get caught up in an activity trap, in the busy-ness of life, to work harder at climbing the ladder of success only to discover it's leaning against the wrong wall. It is possible to be busy—very busy—without being very effective.

Habit 4: Think Win/Win

It's the basic idea of the Golden Rule. It's mutual respect and mutual benefit. If you have a win-win spirit, you want the other person to win as well.

Habit 5: Seek First to Understand, Then to Be Understood

When both parties are trying to be understood, neither party is really listening. Covey called this interaction, "the dialogue of the deaf." But to understand is an important key to interpersonal relationships and can magically transform the course of discussions. By making the investment of time and effort required to understand the other party, we change the dynamics of the interchange.

Habit 6: Synergize

The highest forms of synergy focus the four unique human endowments, the motive of Win/Win, and the skills of empathetic communication on the toughest challenges we face in life.

Habit 7: Sharpen the Saw

First of all, decide what is truly important and distinguish it from that which is urgent but not important. Half the time people spend is on things that are urgent but not important, like a ringing phone, something that is pressing, something that is proximate or popular, but it may not be important at all. You must learn to say no to the unimportant so you can say yes to the important.

source: Success



Monday, June 18, 2012

SUDONO SALIM (LIEM SOEI LIONG)

Penulis : Team Andriewongso.com 
Selasa, 17 Maret 2009



Siapa yg tidak kenal Sudono Salim atau Liem Soei Liong, usahawan sukses kelas dunia?

Ia mendirikan Grup Salim.
Grup ini, antara lain melahirkan Indofood, Indomobil, Indocement, Indosiar, Bogasari, Bank Central Asia, dll.

Pria yg akrab disapa Om Liem ini juga pernah menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia & Asia. Bahkan, ia sempat masuk daftar "100 Orang Terkaya di Dunia".

Apa rahasianya, hingga bisa jadi pengusaha besar?

Pertama,...
Om Liem punya bakat & naluri bisnis yg luar biasa.

Kedua,...
Om Liem mengembangkan sifat-sifat ini:
Pekerja Keras, Pantang Menyerah, & Tekun !!

Katanya, kepada harian "Kompas" di Singapura,
"Jika ingin SUKSES, jangan BERPANGKU TANGAN saja,
Semasa muda, BEKERJAlah habis-habisan,
BERSEMANGATlah & EFEKTIF dalam menggunakan waktu,
Jangan cuti lama-lama,
Jangan selalu jalan-jalan,
Jangan tidur cepat,
& JANGAN MUDAH MENYERAH pada KESULITAN !!!"

Hati si pemalas penuh keinginan,
tetapi sia-sia,
sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. (Amsal 13:4)


Bagaimana kalo gagal dalam usaha?

Jangan putus asa,
Bangun lagi dengan kiat baru,
Begitu seterusnya hingga Anda menemukan formula paling pas untuk sukses.

Kalo Anda mudah putus asa,
Sebaiknya jadi pekerja saja,
Jangan jadi usahawan...!

Tangan yg lamban membuat miskin,
tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.
(Amsal 10:4)


Selain itu, jadilah pengusaha yg memiliki karakter yang baik.

Orang yg sukses dengan cara curang,
pasti akan segera gulung tikar karena orang-orang ato pun publik menolaknya.

Oleh karena itu, lebih baik untung lebih sedikit,
namun diusahakan secara jujur & ikhlas,
Kita bisa tidur lebih nyenyak & tidak punya beban.

"Memang benar, seorang pengusaha harus banyak akal," kata Om Liem.
"Tapi, jangan curang & Jangan ambil milik orang lain..."

Terakhir, Om Liem mengingatkan,
"Rajinlah membantu fakir miskin. Tujuannya, agar jiwa kita terasah untuk selalu berbagi."


ŤŮĦAN ♥ ♏E♏ßERKAŤI
Salam,
Ferdy D. Savio

Lakukan Pengembangan Diri sebelum Anda Tertinggal!

Friday, June 15, 2012

Sederhana tapi tak Mudah

Inspirasi Pagi Para Achiever
Melakukannya Setiap Hari!!!


Toshiko Seko adalah pemenang Boston Marathon tahun 1981. Ketika ditanya mengenai rahasia keberhasilannya, ia menjawab,"Saya hanya berlari 10 km setiap pagi dan 20 km setiap sore." Banyak orang tidak percaya bahwa ia hanya melakukan latihan yang sederhana tersebut. "Mana mungkin cuma mengerjakan hal yg demikian, berhasil dan menjadi juara?" Seko menjawab,"Memang sederhana tapi saya melakukan setiap hari, 365 hari dalam setahun. Sederhana? Ya. Mudah? Tidak!"


Kerap kali yang membuat kita gagal bukanlah karena rencana kita yang terlalu sederhana atau terlalu rumit, tapi karena kita tidak cukup berkomitmen utk mengerjakan rencana kita. 

Ya, kebanyakan kita hanya bersemangat di awal namun mulai lemah, malas, dan enggan di tengah jalan. Alhasil, kita tidak pernah sampai ke puncak meskipun sdh memiliki bahkan merancang hal-hal hebat. 

Mengapa?    Karena untuk menikmati hasil yang besar biasanya kita perlu menjalankan setiap perencanaan secara terus menerus. Ini ibarat seperti 
menyusun satu batubata setiap hari, sampai menjadi sebuah rumah. 
Ya, kita tidak bisa mengerjakannya setengah-tengah, dikerjakan saat termotivasi, dan mengabaikannya saat malas. Itu hanya akan menghambat keberhasilan kita.


Karena itu, mari jangan sibuk membuat dan merancang ide-ide brilian atau cara-cara mutakhir untuk kemajuan kita. Karena kadang yang kita butuhkan untuk berubah, untuk meraih hal-hal yang kita cita-citakan dalam hidup ini. Sebenarnya bukan hanya strategi yang detail, yang besar, yang komplek tapi yang kita perlukan justru adalah hal yang sangat sederhana. Apa itu? Kita butuh melakukannya dan menyelesaikannya. 

Seko berhasil karena ia melakukan rencana setiap harinya. Mari ikuti teladannya dan pastikan rencana yg kita buat cukup sederhana utk dijalankan setiap hari. Selamat mencoba!


Salam Pasti Bisa,
Ferdy D. Savio


Lakukan Pengembangan Diri sebelum Anda Tertinggal!

Tuesday, June 5, 2012

Saya adalah anak haram

"Saya adalah anak haram," seorang wanita memperkenalkan diri dalam konferensi mahasiswa sebuah universitas di AS. "Ibu saya adalah seorang bisu tuli yg sangat miskin. Suatu hari, Ibu saya diperkosa oleh seorang pria, sehingga saya tidak pernah mengetahui siapa ayah saya. Kami hidup sangat miskin, sehingga dalam umur yang masih sangat muda, saya harus bekerja bersama dengan ibu saya sebagai buruh kasar dalam sebuah perkebunan kapas. Saya membenci keadaan saya. Oleh karena itu, saya juga kecewa kepada Allah karena Dia tidak adil. Saya tidak dapat memahami mengapa saya harus dilahirkan di dunia ini sedangkan saya tidak berguna sama sekali."


Kalimat diatas kedengarannya seperti isi hati ketika kita kecewa kepadaTuhan. Tidak diterima oleh sekeliling kita & dicampakkan di dunia ini karena latar belakang yang menyedihkan, sehingga kita bertanya-tanya mengapa saya dilahirkan? Tetapi dengarkan lanjutan kisah wanita tadi:
Suatu hari sesuatu di dalam hati saya berkata-kata : "Azie, kamu dapat memilih, kamu mau tetap seperti ini atau kamu mau keluar dari rasa tidak berguna ini. PILIHAN ada DI TANGANmu!"
Akhirnya saya memilih, "Saya mau keluar dari rasa tidak berguna ini, saya mau keluar!"


Singkat cerita wanita ini mulai bekerja dengan giat untuk mencari uang demi membiayai sekolah & ibunya. Dia bekerja keras sehingga pada akhirnya dia meraih kesuksesan. Hari itu, wanita yg mulanya memperkenalkan diri sbg seorang anak haram, berdiri di hadapan para mahasiswa universitas terkenal itu untuk membuktikan KEKUATAN DARI SEBUAH PILIHAN, & kini dia juga tahu bahwa Tuhan sangat mengasihinya. 


"Yang harus dilakukan kita semua adalah mengubah keadaan yang mendatangkan ketidakbahagiaan atau ketidakpuasan dengan menjawab pertanyaan: ‘Saya ingin keadaan ini menjadi seperti apa?' Lalu kita harus bekerja sendiri untuk wujudkan!" ujarnya.  

Kemudian, sebuah senyuman mengembang saat dia berkata, "Nama saya Azie Taylor Morton. Saya sekarang berdiri di sini sebagai Menteri Keuangan Amerika Serikat."

__
Azie Taylor Morton (1936-2003) merupakan Menteri Keuangan Amerika Serikat pada periode 1977-1981, di bawah pemerintahan Presiden AS ke-39, James Earl "Jimmy" Carter, Jr.  



Salam,
Ferdy D. Savio


Lakukan Pengembangan Diri sebelum Anda Tertinggal!

Saturday, October 22, 2011

Lee Myung Bak

Orang Miskin yang Akhirnya di Puncak Kesuksesan

Dia terlahir dari keluarga yang sangat miskin. Sepanjang hari dia mengisi perutnya dengan ampas gandum gratis dan mengganjalnya dengan banyak air.

Di usia remaja, ia menjadi pengasong makanan murahan dan es krim. Lalu menjadi buruh bangunan.

Meski sangat miskin, ia punya tekad kuat untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia belajar keras demi memperoleh beasiswa SMA.

Karena prestasinya bagus, dia diterima di Korea University. Untuk biaya kuliah, dia bekerja sebagai tukang sapu jalan.

Karena menjadi anggota dewan mahasiswa yang terlibat aksi demo anti pemerintah, ia dikenai hukuman penjara percobaan di tahun 1964.

Dia lalu bekerja di Hyundai. Kemampuannya mengundang kagum petinggi Hyundai sehingga karirnya terus melesat. Ia berhasil membangun divisi yang dipimpinnya menjadi mesin uang.

Setelah 30 tahun di Hyundai, ia masuk menjadi anggota dewan di tahun 1992.

Di 2002, ia terpilih menjadi Walikota Seoul.
Orang inilah yang akhirnya di 25 Februari 2008 dilantik sebagai Presiden Korea Selatan.

Lee Myung Bak membuktikan bahwa sekalipun berasal dari keluarga sangat miskin, dia bisa mencapai puncak sukses dengan kerja keras dan kesungguhan.

Myung Bak adalah contoh nyata betapa setiap orang bisa mengubah nasibnya. Kemiskinan serta latar belakang yang kurang baik bukanlah alasan untuk tidak bisa sukses.

Lahir dengan miskin bukanlah kebodohan
Tapi Mati dengan kemiskinan adalah kebodohan...

Dan walaupun begitu, masih banyak orang yang suka menunda tekad dan kerja keras serta kemauan kuatnya untuk merubah nasibnya sendiri..

Hidup adalah pilihan-pilihan yang kita buat. Dalam setiap Pilihan libatkan TUHAN karena DIA Yang Maha Tahu...
 ⌣»̶·̵̭̌·̵̌✽̤̈ ǎmiƝ ✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣.
Ǥőőd MorŊiηg

Regards,
Ferdynando
http://ferdydsavio.blogspot.com

Thursday, October 6, 2011

Good Bye Steve Jobs



Steve Jobs lahir di San Fransisco pada 24 Februari 1955. Pendiri dan mantan CEO Apple Inc. Tutup usia di usianya ke 56 tahun setelah bertahun-tahun berperang melawan penyakit kanker dan penyakit lainnya. Kematian CEO Terbaik Amerika ini diumumkan Apple Inc. Rabu 5 Oktober 2011 malam.


Good Bye Steve Jobs, You Are Doing A Great Job!
You have made the world a better place!
Regards,
Ferdy D. Savio
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KAMIS, 6 OKTOBER 2011, 07:37 WIB
VIVAnews 

Mendiang pendiri Apple, Steve Jobs, pernah bercerita cukup panjang mengenai kematian. Dia mengutarakannya di depan para wisudawan Universitas Stanford, AS, pada Juni 2005. Menurut Jobs, kematian bisa jadi adalah suatu "pencapaian terbaik dalam hidup" dan jangan menyia-nyiakan "waktu kita yang terbatas" dengan bergantung pada kehidupan orang lain."


Kutipan pidato Jobs itu dimuat kembali oleh sejumlah laman media di AS bertepatan dengan hari wafatnya inovator Apple itu di usia ke-56 tahun, 5 Oktober 2011. Jobs wafat setelah bertahun-tahun melawan kanker pankreas yang menyerang tubuhnya. 


Di bagian akhir pidatonya di hadapan para wisudawan Universitas Standford enam tahun yang lalu, Jobs secara khusus menyinggung konsep kematian. "Saya setiap hari bercermin dan bertanya kepada diri sendiri, 'Bila hari ini adalah yang terakhir bagi hidupku, apakah aku ingin melakukan apa yang akan kulakukan hari ini?' Dan bila hampir setiap hari menjawab 'Tidak,' berarti saya tahu saya harus mengubah sesuatu," kata Jobs. 


"Mengingat saya akan akan segera mati merupakan hal yang paling penting untuk membantu saya membuat pilihan-pilihan besar dalam hidup," kata Jobs dalam pidatonya yang dimuat di laman Universitas Stanford. Saat itu, dia mengaku sudah setahun mengetahui dirinya menderita kanker. 


Jobs mengaku dengan berat hati mengikuti saran dokter dan harus menahan sakit yang luar biasa selama menjalani perawatan. Dia sadar bahwa sewaktu-waktu "hari"nya akan tiba. 


"Tidak ada yang mau mati. Bahkan orang-orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin lebih dulu mati. Namun, kematian adalah tujuan yang harus dihadapi kita semua. Tidak ada satupun yang bisa lolos [dari kematian]," kata Jobs. 


"Dan itu nampaknya sudah seharusnya demikian, karena Kematian kemungkinan besar adalah pencapaian terbaik dalam Hidup. Itu adalah agen perubahan dalam Hidup, dengan menggantikan yang tua untuk membuka jalan bagi yang baru," lanjut Jobs. 


Kepada para wisudawan, selanjutnya Jobs mengatakan "Kini yang baru itu adalah kalian, namun suatu saat yang tidak begitu lama dari sekarang, kalian perlahan akan menjadi tua dan akan tergantikan. Maaf ini membuat jadi terkesan dramatis, namun kebenarannya demikian," lanjut Jobs, yang mengaku tidak bisa menyelesaikan kuliah untuk menjadi wirausahawan.     


Dia juga berpesan kepada kaum muda bahwa "waktu kalian terbatas, jadi jangan menyia-nyiakannya dengan bergantung pada kehidupan orang lain." Maksud Jobs, jangan mudah terbawa oleh pengaruh orang lain. "Paling penting, yakinlah akan suara hati dan intuisi kalian, karena mereka sudah tahu apa yang kalian cita-citakan. Yang lain itu nomor dua," kata Jobs. (eh)

Wednesday, September 7, 2011

I...


I will fight my battle
and I will feel pain
and I will have no loss
and I will remain
and I will stand proud
and I will be strong
and I will shed my light
and I will sing my song
and I will win
and I will cry
and I will spread my wings
and I will fly

Keith Perks
Cancer Survivor

Live Your Life!
Ferdy D.Savio

Tuesday, September 6, 2011

Tragedi Juara

Sebuah inspirasi :
Bertahun-tahun lampau ada seorang ayah sedang mengajarkan kepada anaknya yang baru berumur 9 tahun membuat sepatu sebagai persiapan agar memiliki ketrampilan sebagai penghasilannya kelak. Namun suatu hari pisau yang dipakai jatuh dari meja dan terpental mengarah kepada wajah si anak dan melukai matanya. Betapa sedih hati mereka sekeluarga. Tragisnya, bahkan tragedi itu berlanjut dalam proses pengobatan kedua mata anak itu sekaligus harus mengalami kebutaan permanen. Namun ayah anak tersebut memasukkan anaknya ke sekolah khusus untuk orang buta dan disana anak itu belajar membaca dengan menggunakan balok-balok kayu yang diukir dalam bentuk-bentuk huruf latin.

Selama bertahun-tahun kemudian anak itu mencoba mencari ide dan ingin mengembangkan cara membaca bagi orang buta dengan membuat titiktitik pada lembaran kertas. Dalam membuat titik-titik lubang pada kertas itu ia menggunakan pisau yang ada di ruang kerja ayahnya dan pisau itu juga yang sebetulnya melukai matanya. Akhirnya anak itu pun berhasil menghasilkan sebuah alat bantu membaca yang sangat ringan dan sangat mudah digunakan oleh setiap orang buta untuk belajar membaca dan sekaligus untuk membuat tulisan-tulisan khusus untuk orang-orang buta. Nama anak tersebut adalah Louis Braille.  

Dengan huruf Braille ciptaannya, jutaan orang2 buta di dunia saat ini dpt membaca dan menikmati kehidupan secara lebih baik..!

Pesan moral :
Bagi sebagian orang, tragedi masa lalu yang memilukan dan akan berdampak seumur hidup, mungkin tidak sanggup menerima dan hancur dalam penyesalan.. Namun seorang PEMENANG adalah seorang yang dapat mengubah tragedi menjadi prestasi.

Karakter pemenang harus dimiliki oleh setiap kita, bukan hanya utk diri kita, bahkan dapat memberkati sesama ... Itulah yg disebut LEBIH DARI PEMENANG..!!

Apakah anda salah satunya??

Selamat pagi..have a glorious day..
Tetap semangat!!

Regards,
Ferdy D. Savio

Wednesday, June 8, 2011

10 Butir Kebijakan Mahatma Gandhi

1. CHANGE YOURSELF.


Kau sendiri mesti menjadi perubahan seperti yang kauinginkan terjadi dalam dunia ini.




2. YOU ARE IN CONTROL.


Tak seorang pun dapat menyakitiku bila aku tidak mengijinkannya.




3. FORGIVE AND LET IT GO.


Seorang lemah tidak dapat memaafkan. Kemampuan untuk memaafkan hanyalah ada pada mereka yang kuat...... Bila pencungkilan mata dibalas dengan mencungkil mata, maka seluruh dunia akan menjadi buta.




4. WITHOUT ACTION YOU AREN'T GOING ANYWHERE.


Satu ons tindakan lebih baik dari pada berton-ton dakwah.




5. TAKE CARE OF THIS MOMENT.


Aku tidak tertarik untuk melihat apa yang dapat terjadi pada masa depan. Aku tertarik dengan masa kini. Tuhan tidak memberiku kendali terhadap apa yang dapat terjadi sesaat lagi.




6. EVERYONE IS HUMAN.


Aku hanyalah seorang manusia biasa yang dapat berbuat salah seperti orang lain juga. Namun, harus kutambahkan bahwa aku memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan-kesalahanku dan memperbaikinya.




7. PERSIST.


Awalnya, mereka meremehkanmu, kemudian mereka menertawakanmu, dan melawanmu, lalu engkau keluar sebagai pemenang.




8. SEE THE GOOD IN PEOPLE AND HELP THEM.


Aku hanya melihat sifat-sifat baik di dalam diri sesama manusia. Karena, diriku sendiri tidak sepenuhnya bebas dari keburukan, maka aku tidak membedah orang lain untuk mencari keburukan mereka.




9. BE CONGRUENT, BE AUTHENTIC, BE YOUR TRUE SELF.


Keselarasan antara apa yang kaupikirkan, apa yang kauucapkan dan apa yang kaulakukan - itulah kebahagiaan.




10. CONTINUE TO GROW AND EVOLVE.


Perkembangan terus-menerus itulah hukum alam. Seseorang yang ingin bertahan dengan dogma-dogma (lama) untuk menunjukkan konsistensi diri, sesungguhnya berada pada posisi yang salah.

Salam,
Ferdy D. Savio

Wednesday, February 9, 2011

Hilary Swank: Dream Big






Wednesday, December 29, 2010

Why Not Me?


Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot.

Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center

"Dari 43,000 pelamar, kemudian 10,000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi , latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara.

Siapakah di antara kami yg bisa melewati ujian akhir ini?

'Tuhan, biarlah diriku yg terpilih,' begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yg menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.

Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku.

Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yg mana yg kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?

Aku berpaling pada Ayahku. Katanya, 'Semua terjadi karena suatu alasan.'

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman2 untuk
melihat peluncuran Challenger.

Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali.

'TUHAN, sebenarnya aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?'

73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan
menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata2 ayahku,'Semua terjadi karena suatu alasan.'

Aku tidak terpilih dlm penerbangan itu, walaupun aku sangat
menginginkannya, karena TUHAN memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tdk semua doaku dikabulkan."

Anda membaca cerita ini, bukanlah suatu kebetulan. Tuhan datang ke dunia ini, bukanlah suatu kebetulan. Karena 'semua terjadi karena suatu alasan.'


Salam,
Ferdy D.Savio

Thursday, July 8, 2010

Kisah Nyata!!! Seorang OB menjadi Vice President Citibank



Sungguh sebuah karunia yang luar biasa bagi saya bisa bertemu dengan seorang yang memiliki pribadi dan kisah menakjubkan. Dialah Houtman Zainal Arifin, seorang pedagang asongan, anak jalanan, Office Boy yang kemudian menjadi Vice President Citibank di Indonesia. Sebuah jabatan Nomor 1 di Indonesia karena Presiden Direktur Citibank sendiri berada di USA.

Tepatnya 10 Juni 2010, saya berkesempatan bertemu pak Houtman. Kala itu saya sedang mengikuti training leadership yang diadakan oleh kantor saya, Bank Syariah Mandiri di Hotel Treva International, Jakarta. Selama satu minggu saya memperoleh pelatihan yang luar biasa mencerahkan, salah satu nya saya peroleh dari Pak Houtman. Berikut kisah inspirasinya:

Sekitar tahun 60an Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Merantau dari kampung dengan penuh impian dan harapan, Houtman remaja berangkat ke Jakarta. Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.

Tetapi kondisi seperti ini tidak membuat Houtman kehilangan cita-cita dan impian. Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia memperhatikan kendaran-kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta. Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapih, keren dan berdasi. Houtman remaja pun ingin seperti mereka, mengendarai kendaraan berpendingin, berpakaian necis dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Saat itu juga Houtman menggantungkan cita-citanya setinggi langit, sebuah cita-cita dan tekad diazamkan dalam hatinya.

Azam atau tekad yang kuat dari Houtman telah membuatnya ingin segera merubah nasib. Tanpa menunggu waktu lama Houtman segera memulai mengirimkan lamaran kerja ke setiap gedung bertingkat yang dia ketahui. Bila ada gedung yang menurutnya bagus maka pasti dengan segera dikirimkannya sebuah lamaran kerja. Houtman menyisihkan setiap keuntungan yang diperolehnya dari berdagang asongan digunakan untuk membiayai lamaran kerja.

Sampai suatu saat Houtman mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.


Tapi Houtman tetap bangga dengan jabatannya, dia tidak menampik pekerjaan. Diterimanyalah jabatan tersebut dengan sebuah cita-cita yang tinggi. Houtman percaya bahwa nasib akan berubah sehingga tanpa disadarinya Houtman telah membuka pintu masa depan menjadi orang yang berbeda.

Sebagai Office Boy Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai Houtman berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah bank yang rumit, walaupun terkadang saat bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai ”ngapain nih OB nanya-nanya istilah bank segala, kayak ngerti aja”. Sampai akhirnya Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.

Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi dokumen (saat ini dikenal dengan mesin photo copy). Ketika itu mesin foto kopi sangatlah langka, hanya perusahaan perusahaan tertentu lah yang memiliki mesin tersebut dan diperlukan seorang petugas khusus untuk mengoperasikannya. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk mengajarinya. Houtman pun akhirnya mahir mengoperasikan mesin foto kopi, dan tanpa di sadarinya pintu pertama masa depan terbuka. Pada suatu hari petugas mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai Tukang Foto Kopi.

Menjadi tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun. “bener nih lo mo mau bantuin gua” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff dulu. “iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman menjawab. “Tapi hati-hati ya ngga boleh salah, kalau salah tanggungjawab lo, bisa dipecat lo”, sang staff mewanti-wanti dengan keras. Akhirnya Houtman diberi setumpuk dokumen, tugas dia adalah membubuhkan stempel pada Cek, Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas tersebut Houtman tidak sekedar mencap, tapi dia membaca dan mempelajari dokumen yang ada. Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai istilah dan teknis perbankan. Kelak pengetahuannya ini membawa Houtman kepada jabatan yang tidak pernah diduganya.


Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA.

Peristiwa pengangkatan Houtman menjadi pegawai Bank menjadi berita luar biasa heboh dan kontroversial. Bagaimana bisa seorang OB menjadi staff, bahkan rekan sesama OB mencibir Houtman sebagai orang yang tidak konsisten. Houtman dianggap tidak konsisten dengan tugasnya, “jika masuk OB, ya pensiun harus OB juga” begitu rekan sesama OB menggugat.

Houtman tidak patah semangat, dicibir teman-teman bahkan rekan sesama staf pun tidak membuat goyah. Houtman terus mengasah keterampilan dan berbagi membantu rekan kerjanya yang lain. Hanya membantulah yang bisa diberikan oleh Houtman, karena materi tidak ia miliki. Houtman tidak pernah lama dalam memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB bahkan staff yang mengajarinya tentang istilah bank.

19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin dijabat oleh orang Indonesia.

Sampai dengan saat ini belum ada yang mampu memecahkan rekor Houtman masuk sebagai OB pensiun sebagai Vice President, dan hanya berpendidikan SMA. Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi staf ahli citibank asia pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi inspirator bagi banyak orang .
sumber :
http://www.mistervicks.mul

Salam,
Ferdy D.Savio


Wednesday, March 31, 2010

Little Savior


Organ Tubuh Seorang Bocah Selamatkan 7 Nyawa


Sicily, Nicholas Green, bocah berusia 7 tahun meninggal dunia karena tertembak peluru nyasar di Italia. Sebelum menuju liang lahat, organ tubuhnya berupa jantung, kornea mata, ginjal, pankreas dan liver (hati) didonorkan untuk menyelamatkan 7 nyawa manusia.

Orangtua Nicholas, yakni Reg dan Maggie yang shock ditinggal putra tercinta masih bisa berpikir mulia dengan mengambil keputusan cepat tanpa banyak diskusi atau pertimbangan untuk mendonorkan organ Nicholas.

Peristiwa itu terjadi pada Oktober 1994. Saat Nicholas tertembak, Reg Green (ayah Nicholas) sedang menyetir mobil menuju daerah Italia Selatan. Ketika itu, sebuah mobil yang berisi perampok melaju dengan cepat dan mengarahkan senjata ke mobil Reg.

Sebuah peluru mengenai jendela mobil, tapi peluru itu meleset dan Reg mengira tidak ada yang mengenai anak-anaknya (Nicholas dan Eleanor). Saat itu anak-anak sedang tertidur dan keadaan mobil sangat gelap sehingga ia tidak melihat keadaan anaknya satu per satu.

Namun ketika sebuah mobil polisi dan ambulan menghampiri kendaraan Reg, ia baru sadar bahwa Nicholas terluka, mulutnya mengeluarkan darah dan tangannya terkulai. Putranya yang baru berusia 7 tahun itu ternyata tertembak peluru di bagian belakang kepalanya. Tapi karena sedang tertidur, maka ia tidak mengeluarkan suara apa-apa.

Nicholas yang sudah berwajah pucat namun tenang kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat di daerah Sicily. Tapi para dokter dan pakar saraf (neuroscience) disana sepertinya tidak bisa memberi harapan lagi karena kondisi otaknya yang sangat rusak akibat tembakan di bagian kepalanya.

Dua hari kemudian, dokter memberitahu bahwa sudah tidak ada aktivitas otak lagi di kepala Nicholas, yang artinya Nicholas sudah meninggal dunia. Saat itu juga, Reg dan Maggie menjadi lemas dan tidak bisa berkata apa-apa.

Beberapa saat setelah terdiam dan menangis, Maggie menyeletuk 'Karena dia sudah tidak ada, kenapa tidak kita sumbangkan saja organnya? Dia tidak membutuhkan lagi tubuhnya'. Keputusan mendonorkan organ Nicholas akhirnya terwujud.

Peristiwa pembunuhan dan pemberian organ Nicholas saat itu menjadi pemberitaan hangat selama beberapa minggu di berbagai media Inggris, Italia dan Amerika. Organ tubuh Nicholas dilaporkan berhasil menyelamatkan lima nyawa orang Italia dan kornea matanya menyelamatkan dua orang lainnya.

Ketujuh penerima organ Nicholas antara lain yaitu Andrea, Domenica, Fransesca, Anna Maria, Tinno, Silvia dan Maria Pia. Pada ketujuh orang tersebut, Nicholas menyumbangkan jantung, kornea mata, ginjal, pankreas dan liver (hati).

Andrea (15 tahun) yang selalu gagal menjalani operasi jantung mendapatkan organ jantung Nicholas dan kini ia sudah bisa hidup dengan normal lagi dengan jantungnya yang sehat. Domenica dan Fransesco sudah bisa melihat wajah anak-anaknya karena mendapat kornea mata dari Nicholas.

Sementara itu dua remaja, Anna-Maria dan Tino yang sudah bertahun-tahun mengandalkan mesin dialisis untuk bertahan dari penyakit gagal ginjal, kini bisa tumbuh dan berkembang menjadi remaja normal berkat sumbangan ginjal Nicholas.

Pankreas Nicholas pun diberikan pada Silvia yang sudah lama koma karena mengidap penyakit diabetes. Dan terakhir, organ liver (hati) Nicholas diberikan pada Maria Pia yang sebelumnya juga koma karena penyakit liver. Ia sangat bersyukur mendapat organ liver karena sebelumnya ibu dan kakaknya meninggal karena penyakit liver.

Nicholas dikenal sebagai anak yang ramah, baik, cerdas dan imajinatif. Pemberian organ Nicholas secara cuma-cuma pada mereka yang sangat membutuhkan dianggap sebagai hadiah terakhir dari Nicholas.

Sejak peristiwa tersebut, jumlah orang yang menggunakan organ hasil donor meningkat 300 persen dan kegiatan donor organ pun meningkat menjadi empat kali lipat. Efek itu dipercaya sebagai 'Nicholas Effect' dan memiliki pesan moril bahwa orang biasa-biasa pun bisa menjadi pahlawan bagi orang lain.

Nicholas Green, seorang bocah biasa yang kini sudah tiada itu berhasil menyelamatkan nyawa tujuh orang. Bayangkan ribuan orang lainnya yang bisa diselamatkan dengan mendonorkan organ. Nama Nicholas pun diabadikan menjadi nama rumah sakit, jalan, taman dan sebuah yayasan di Italia.

Menurut Dr Paul Murphy, konsultan neuroanaesthesia dari Leeds General Infirmary, tindakan kedua orang tua Nicholas sangat luar biasa.

"Bayangkan anak Anda yang berusia tujuh tahun meninggal karena dibunuh dan Anda measih bisa memikirkan nyawa tujuh orang lainnya yang tidak dikenal dengan mendonorkan organ anaknya tanpa diminta. Biasanya orang yang baru kehilangan seseorang yang dicintai akan langsung pulang dan menangisi kepergiannya. Mereka juga tidak akan setuju menyumbangkan organ orang tersebut," kata Dr Murphy seperti dilansir Telegraph, Senin (15/2/2010).

Setiap harinya, 3 orang di Inggris dan 18 di Amerika sekarat dan meninggal dunia karena menunggu donor atau transplantasi organ. Mendonorkan organ setidaknya bisa menyelamatkan tiga orang. Untuk itu, dokter sangat menyarankan agar tindakan donor organ terus ditingkatkan, apalagi usia tidak menjadi halangan untuk mendonorkan organ.

"Mendonorkan organ akan membawa ketenangan pikiran tapi tetap tidak bisa menghilangkan rasa kesepian akibat ditinggal pergi. Saya sering memikirkan Nicholas tiap hari tapi saya tersenyum mengingat apa yang sudah ia lakukan untuk orang lain," ujar Reg.
Regards,
Ferdy D.Savio


Grab this Widget ~ Blogger Accessories